i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Sebuah Kronologi: Dari Rangsangan Seksual Hingga Perilaku Kriminal (Reblog ‘Karena Bu Risma’)

Bismillah

Sebagai seseorang yang termasuk concern pada dunia anak-anak (meski saya bukan anggota KPAI / Komisi Perlindungan Anak Indonesia), sejujurnya sudah lama saya merencanakan menulis sebuah paparan berisi informasi rinci seperti yang akan saya copy paste dari blog ini. Begitu membaca tulisan itu dua bulan lalu, saya menangis sekaligus bahagia karena apa yang ada di dalam pikiran saya seolah sudah dituangkan oleh sang penulis. Masya Allah, ini tulisan yang harus disebarkan dan dibaca semua orang. Apalagi ketika banyak “kejadian luar biasa” yang melibatkan ataupun korbannya anak-anak; semacam fenomena ‘Cabe-cabean’, merekam video adegan ‘gituan’ dengan pacar, pelecehan seksual di panti asuhan, hingga kasus sodomi di sebuah TK (Taman Kanak-kanak, ya Anda tidak salah baca!) bertaraf internasional yang terletak di ibukota.

Tulisan Miftahul Hidayah (alias ‘pipichan’) ini dibuat pada saat episode acara Mata Najwa yang menghadirkan tamu istimewa, Ibu Tri Risma Harini –yang saat ini masih menjadi Walikota Surabaya, sedang booming. Selain pengakuan beliau mengenai berbagai ancaman politis terhadap dirinya karena acap berseberangan pemikiran dengan anggota DPRD (bahkan partai yang mengusungnya), hal lain yang membuat pemirsa ikut menitikkan air mata adalah ceritanya mengenai kisah anak SD dan PSK tua. Beliau menuturkan bahwa seorang PSK yang berusia 60 tahun masih ‘bekerja’ melayani  nafsu bejat anak SD dan SMP yang mampu bayar 1000 hingga 2000 rupiah. Ada juga fakta yang beliau kumpulkan dari lapangan bahwa anak-anak di sekitar lokalisasi itu juga sangat rentan untuk terjun ke dunia pelacuran ketika beranjak remaja. Astaghfirullah, hanya hati yang tak memiliki nuranilah yang tak miris melihat kenyataan di depan mata ini.

Jadi.. Mari membaca, meresapi makna, serta mengambil pelajaran dan manfaat darinya~

 

<3<3<3

 

Saya mau memulai tulisan ini dengan mengutip surat Al-Mu’minun 1 – 11 yang masyaAllah adalah surat yang saya baca sebelum nulis ini dan nyambung sekali dengan pembahasan..

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

 

Demikian terjemahan surat itu. Allah personal sekali menuntun saya baca surat itu dengan ending kebaikan, karena Allah juga Maha Tahu kalo saya lebih kena dinasehatin baik-baik daripada ditakut-takuti api neraka. Huff.. saya bingung mulai dari mana. Mulai dari informasi yang dikasih sama Bu Risma aja ya, mengenai PSK usia 60 tahun dengan pelanggan anak SD/SMP dengan bayaran seribu-dua ribu rupiah. Innalillahiwainnailaihirajiun.. Sedih? Alhamdulillah.

 

Sebetulnya, kasus kayak gini masih sangat banyak asal kita kuat mental baca dan nonton berita.

Kalo orang-orang ribut soal si neneknya, coba kita nengok ke anaknya. Adekku sayang, apa yang ada dipikiranmu sampai kamu ingin melakukan hal yang belum pantas untukmu? Ok, tahan pembahasan disini dulu ya. Saya mau cerita obrolan saya sama temen sekantor kemarin pagi. Oia, saya saat ini bekerja di Yayasan Kita dan Buah Hati, silakan googling kalo ingin tau lebih jelas (singkatnya Yayasan ini didirikan dan dipimpin oleh pejuang yang memerangi pornografi di Indonesia sampai berhasil membuat RUU Pornografi dan Pornoaksi disahkan oleh DPR RI pada 2009 silam, yaitu Ibu Elly Risman –Psikolog dan Mahaguru-nya para pakar parenting di Indonesia).

 

Pagi itu, sambil nunggu jam masuk kantor, kami diskusi soal perilaku anak pra remaja (8-12 tahun). Kantor kami kuat dalam hal riset. Semua materi yang dibawa oleh trainer kami, selalu based on research. Diskusi kami berlandas pada hasil riset Divisi Anak dan Remaja (DIAR). Saya yang memulai diskusi karena saya sedang merapikan pekerjaan saya yang melibatkan data itu. Saya terbengong-bengong ketika membaca hasil riset DIAR terhadap anak SD kelas 5 dan 6 yang menampilkan data kualitatif mengenai persepsi dan pertanyaan anak tentang “pubertas”, “pacaran”, dan “seks dan perilaku seksual”. Bergidik bacanya! Ya Allah sayangku, kalian sudah tau sejauh ini kah? Bahkan ada beberapa istilah yang harus saya googling karena sebagai remaja usia 26 tahun saya gagal faham. Tak usahlah saya share disini yaa..

 

Menariknya, hasil riset itu menunjukkan hasil yang berbeda signifikan antara persepsi anak pra remaja putra dan putri. Anak putra memiliki persepsi dan pertanyaan yang cenderung ‘liar’ daripada anak putri.

Singkat cerita, diskusi kami mengarah kepada mengapa polanya demikian. Sebelumnya, saya sempat membaca bahwa senyawa kimia (neurotransmitter) yang mengatur perasaan intim jangka pendek (maaf, libido) sangat berbeda dengan hormon yang mengatur perasaan intim jangka panjang (menjalin hubungan, atau anak jaman sekarang menyebutnya pacaran).

 

Yang mengatur perasaan intim jangka pendek adalah dopamin yang menimbulkan sensasi senang dan puas. Sedangkan yang mengatur perasaan intim jangka panjang adalah oksitosin, senyawa kimia yang sama dikeluarkan oleh ibu yang menyusui sehingga anak bayi bisa nempel sama emaknya dan merasa nyaman (lebih untuk memperkuat hubungan batin).

 

dopamin

dopamin

 

Dopamin adalah neurotransmitter yang diatur oleh kelenjar dalam otak yang disebut pituitari. Pituitari aktif karena apa? Karena ada rangsangan dari hipotalamus. Hipotalamus ngapain ngaktifin pituitari? Dia punya informasi dan menyampaikan pada pituirari. Informasi dapat dari mana? Dari APA YANG KITA LIHAT.

 

Ketika pituitari aktif, ia akan memerintahkan testis untuk menghasilkan testosteron. Testosteron ini yang menciptakan dorongan melakukan aktifitas seksual. Testosteron ini yang mengatur pituitari menghasilkan dopamin, sehingga ketika dorongan aktifitas seksualnya terpenuhi, dopamin ini akan dilepaskan dan menciptakan perasaan senang dan puas. Ovarium juga menghasilkan testosteron tapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit daripada testis dan itupun langsung dikonversi menjadi estrogen untuk mematangkan sel telur. Yang punya testis siapa? Anak putra kan? Jadi yang jumlah testosteronnya lebih banyak siapa? Anak PUTRA! Wajar ketika ada anak putri yang nanya, “Kak, kenapa sih anak cowo suka ngeres?”

 

dopamine pathways

dopamine pathways

 

Bahkan kakak-kakak DIAR pernah nemu gambar: anak kecil pacaran, dikepala masing-masing ada balon. Balon di kepala cewe gambarnya ‘love’ / ‘hati’, tau ga balon di kepala cowo gambarnya apa? Gambar hati juga, tapi dibalik. OK, itu gambar apa? udah gede lah yaa.. So? Terbukti kan soal mekanisme kerja hormon? Jadi bilang sama adek-adek perempuan kita tersayang, “Honey, jangan mau deh ditipu-tipu ama kata pacaran.”

thought of woman vs man

thought of woman vs man

 

Kita lanjut lagi. Ibu Risma bercerita, anak-anak yang menjadi pelanggan PSK adalah juga anak-anak yang telah terpapar lingkungan lokalisasi. Artinya, stimulasi anak-anak itu terhadap aktifitas seksual sudah tidak dapat difilter. Mereka sangat sexually active. Bayangkan, dalam kondisi demikian, sedangkan teman sebaya mereka (anak putri) masih belum kepikiran yang begitu-begituan, mau lari kemana anak-anak putra kita tersebut? Ya! Lokalisasi jawabannya. Sampai sini paham? berlanjut yaa..

 

Kita mundur ke belakang sedikit, mengenai paparan anak terhadap aktifitas seksual. Hei kalian para wanita yang kelak akan memiliki anak laki-laki, atau kalian yang punya adik laki-laki, dan kalian para lelaki yang akan menjadi penanggung jawab anggota keluarga kalian, berhati-hatilah.. jagalah mereka. Kenapa? Paparan itu halus. Kasus dari ibu Risma adalah paparan ekstrim. Tapi taukah bahwa paparan itu juga bisa sedikit-sedikit disisipi dari hal yang sama sekali tidak kita anggap ‘keterlaluan’? Dari mulai iklan handuk, iklan pakaian dalam, iklan sabun, iklan parfum, ah iklan apapun yang menunjukkan keindahan tubuh wanita, itu adalah tombol ON untuk memasukkan konten ‘kotor’ selanjutnya secara bertahap dan bertingkat. Pelaku industri pornografi tau betul hal ini. Riset mereka jauh lebih canggih dari yang kita bayangkan. Randy Hyde, seorang psikolog terapis pornografi sekaligus kolega pakar neurosains Donald Hilton mengatakan bahwa sekali tombol ON itu nyala, kita ga bisa matiin lagi; kita cuma bisa ngerem dengan susah payah.

 

Konten ‘kotor’ itu masuk secara bertahap dan samar sekali. Bermula dari legal content seperti iklan, majalah remaja yang menampilkan pakaian kurang bahan, apapun lah yang diijinkan pemerintah kita, yang kita sendiri pun menganggap hal itu lumrah. Kemudian meningkat menjadi soft porn seperti majalah pria dewasa. Kemudian meningkat lagi ke komik dan film Hollywood yang punya adegan lalalalanya. Kemudian meningkat lagi ke games tembak-tembakan yang kalo menang dapet hadiah cewe yang boleh diapa-apain (ini yang mengakibatkan munculnya istilah ‘cabe-cabean’, ajib yaa.. bermula dari games!). Dan selanjutnya ke atas sampe muncullah berita-berita kasus perkosaan dan pembunuhan.

 

Apa yang terjadi pada anak yang terpapar? Kalo yang diliat masih iklan pakean renang sih paling pertama kali responnya kaget, jijik, malu sendiri. Nah, sebelum saya jelasin eskalasinya, saya mau jelasin isi kepala kita dulu ya: OTAK. Jadi ya temen-temen, Jordan Grafman, PhD, peneliti Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison bilang,Pada otak manusia, ada bagian yang didesain khusus oleh Tuhan untuk membedakan manusia dari spesies lain, sebagai spesies paling sempurna, yaitu memiliki kemampuan untuk memilih dan memiliki adab atau nilai-nilai fitrah (kebenaran)”. Artinya apa? ANAK ITU DILAHIRKAN GA POLOS, TAPI UDAH DI INSTALL NILAI-NILAI KEBAIKAN OLEH PENCIPTANYA.

 

Bagian mana sih itu? Tuh, di jidat kanan atas alis loe. Pegang tuh, itu namanya Pre Frontal Cortex. Dia direkturnya otak kita. Dia adalah ‘manusia’nya otak kita. Dia adalah bos bijaksana yang bikin loe jadi manusia, karena hewan ga bisa memegang teguh moral dan nilai, karena hewan ga bisa loe tuntut untuk bertanggung jawab apalagi untuk perencanaan masa depan, ga bisa ngatur emosi untuk nunda kepuasan, ga bisa ngontrol diri, ga bisa menerima konsekuensi, dan ga bisa mengambil keputusan berdasarkan logika. Itu kan yang membedakan manusia dari spesies apapun di muka bumi ini? Dan yang saya sebut diatas, adalah fungsi dari PFC sang Direktur.

 

 

struktur otak

struktur otak

 

Kabar buruknya, bagian itu matengnya baru di usia 25 tahun. Gue mendadak inget kalimatnya Uncle Ben di Spiderman 1 pas nyindir Peter yang bandel di usianya yang 25, “Peter, these are the years when a man changes into the man he’s going to be for the rest of his life. Just be careful who you change into.”(OOT, pelem luar negri emang kuat banget risetnya yak). Oleh karena itu juga, wahai orang dewasa, sabar sama anak-anak.. otaknya belum bersambungan.. berhenti marahin anak-anak dan berlaku kasar terhadap mereka, anaknya salah ya orangtuanya yang kudu bener ngasuhnya. Nah, kabar baiknya, kalo pola pengasuhan keluarganya baik, itu direktur bisa mateng lebih cepet.

 

Paparan pornografi dan nilai-nilai buruk bisa membunuh direktur sangat perlahan. Ini bukan saya yang bilang yaa.. itu yang bilang Dr. Donald Hilton Jr, Psikoterapis dan Ahli Neurosurgical dari University of Texas. Beliau sahabat Ibu Elly dan pernah diundang Buah Hati buat ngadain seminar bareng Kemenkes buat ngejelasin bahwa kerusakan otak orang yang adiksi pornografi itu kalo dilihat di MRI sama persis dengan kerusakan otak orang yang kecelakaan naik mobil Ferrari dengan kecepatan sangat tinggi. Kalo narkoba ngerusak otak di 3 bagian, obesitas ngerusak otak di 2 bagian, pornografi ngerusak otak di 5 bagian.

 

Gimana caranya? Saya ceritain ya.. sewaktu mata kita melihat gambar berunsur porno, mata kita ga ngirim file berupa gambar kan ke otak? Dia kirim sinyal listrik, langsung dari mata ke otak belakang. trus informasinya dibawa ke bagian yang namanya sistem limbik. Sistem limbik ini yang ngolah data, milah penting apa enggak. Sistem limbik ini akan menganggap penting informasi yang terkait emosi. Gue tanya lagi, sewaktu loe liat hal berunsur porno, loe kaget kan? Atau jijik? Atau malu? Nah, otak kita mengganggap informasi itu penting karena itu ada emosinya. Disimpenlah ama otak kita. Sekali dua kali, masih berasa jijik kan? Buat ngilangin jijiknya, otak kita nolong kita dengan mengeluarkan dopamin untuk membuat hati kita tenang. Semoga aja kita terjaga untuk terus merasa jijik. Ya gue yakin sih loe yang baca ini ngerasa jijik, thanks to your parents yang udah mendidik kita dengan nilai-nilai. Lama-lama kita jadi biasa aja ngeliat yang level pornonya sama. Kenapa? Karena selain memberi efek tenang, dopamin ini sifatnya nagih –sama seperti narkoba.

 

Tapi, kasusnya akan sangat berbeda untuk anak-anak khusus. Anak khusus tuh siapa? Anak yang mentalnya BLASTed. Apa tuh? Anak-anak yang hidupnya merasa Boring, Lonely, Afraid dan Anxient, Stress, dan Tired. Anak-anak yang bosen yang tiap pulang ke rumah cuma ditanya PR ama Les (Nanya yang laen kek!). Lalu anak-anak yang emak bapaknya sibuk sendiri; meeting lah, me time lah. Anak-anak yang kalo punya masalah ga tau mesti ngobrol sama siapa karena ga deket sama orang tua. Kumpul sama temen-temen, lah sama aja mereka BLASTed-nya ama dirinya. Udah gitu, ga ortu, ga sekolah, ga lingkungan, semua nuntut prestasi-prestasi-prestasi. Ga tau apa mereka, anak-anak ini udah belajar sejak umur 5 tahun. Padahal otaknya belum siap, otak anak siap dikasih calistung itu umur 7 tahun.

 

Bu Elly juga sering cerita kasus, yang paling saya inget adalah kasus cabe-cabean yang kemaren sempet rame. Bu Elly ga kaget, lah saya yang kaget kenapa ibu ga kaget. Katanya, karena kasus pertamanya yang serupa udah beliau hadapi 7 tahun lalu. Belok dikit ya, pengen cerita..

Bu Elly cerita, 7 tahun lalu ada satu sekolah ‘bagus’ yang berlokasi di daerah sekitar Bintaro yang dimana 40 siswanya mengadakan Fight Tournament di Blok M. Dari 40 siswa tersebut, diperoleh 14-15 anak geng motor –dimana ternyata anak-anak tersebut adalah anak-anak terpintar di sekolahnya. Maka, ketika fenomena cabe-cabean ini muncul, sudah sangat jelas terbaca apa penyebab fenomena ini ada. Menariknya, fenomena yang tertangkap media bahwa cabe-cabean ini adalah gaya hidup anak SMP kelas bawah. Tapi jangan salah, banyak juga anak-anak cabe ini yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Sekolah yang tadi dijadikan contoh adalah salah satu sekolah anak orang kaya. Singkat cerita, 14 anak tadi dibujuk dan dikumpulkan, diajak ngobrol. Salah satu dari 14 anak tersebut menyatakan bahwa dulu ayahnya juga sama seperti dirinya. Jadi ketika ia mengatakan pada ayahnya bahwa ia dan teman-teman sedang mengadakan Turnamen Bertarung, ayahnya justru bertanya apa yang bisa ia bantu. Bahkan anak-anak ini merencanakan turnamen ini dengan sangat professional. Dan yang paling memprihatinkan adalah hadiah bagi sang juara. Siapa yang menang akan mendapatkan hadiah: ‘perempuan’. Dua minggu kemudian orangtua dari ke-14 anak tersebut diundang untuk mengikuti pelatihan Komunikasi Pengasuhan Anak oleh Buah Hati. Sayang seribu sayang, orang tua yang hadir hanya 2 orang. Hal ini mencerminkan bahwa penilaian orangtua terhadap anaknya sangat rendah. Dia ga ngerasa kasus anaknya ini lebih penting dari urusan lainnya.

 

Fenomena cabe-cabean ini hanyalah fenomena yang berulang. Apa pasal? Lelah. Anak lelah, sejak usia 5 tahun anak sudah ‘dibebani’ dengan PR dan les. Balik ke cerita anak SMP ternama tadi. 2 bulan setelah anak-anak itu dikumpulkan, diadakan kembali pertemuan untuk membahas permasalahan yang terjadi pada mereka dan membicarakan masa depan mereka. Apa yang membuat mereka punya ide dan mengadakan Turnamen ‘Adu Jotos’? Jawabannya menarik, karena “STRESS”. Mereka mengatakan bahwa mereka lelah dengan kegiatan yang melulu akademik, les, sekolah. Mereka mengatakan, satu-satunya tujuan mengadakan Turnamen tersebut adalah “agar hidup lebih berwarna”.

 

Dopamin itu sekali lagi, dosisnya kalo udah dikeluarin, kayak narkoba.. nagih.. minta nambah jumlahnya. Misalnya? Kalo kita sengaja atau ga sengaja liat lagi konten porno yang lebih ‘wakwaw’, dopamin keluar makin banyak. Gampangnya gini deh, pernah denger “Jangan ke Raja Ampat kalo loe belum kelarin Bunaken, KarJaw, dan Lombok. Ntar semuanya jadi hambar”. Trus hubungannya ama Direktur yang mati pelan-pelan? Coba liat gambar pathway dopamin yang saya upload di atas. Arah aliran dopamin kan ke bagian PFC, ke rumah direktur. Kalo dopamin banjir, ya loe bayangin ajalah rumah loe kebanjiran. Aktifitas harian loe keganggu kan? Fungsi ‘kemanusiaan’ sang direktur terganggu. Akhirnya jadi disfungsi. Kalo keseringan disfungsi? Lumpuh.. Mati.

 

Tapi disaat genting kayak gitu, testosteron tetep release. Testosteron nyebar ke seluruh badan, apa akibatnya? Wajar kalo di hasil riset ada anak putra yang nanya, “Kak, kenapa kalo ga sengaja liat yang porno jadi terangsang?” Sampe sini doang? Enggak, terus aja naik. Anak yang BLASTed, itu nyari hiburan. Pornografi itu hiburan, karena dopamin yang dihasilkan ngasih efek senang. Menurut loe, anak-anak yang ditemui ibu Risma itu anak BLASTed bukan? Iya, mereka BLASTed. Ketika mereka terpapar, eskalasinya jelas dan jauh lebih cepat karena akses ke level tertinggi (PSK) sangat dekat.

 

Nah sekarang saya mau jelasin eskalasinya. Kita kunci dulu pemahaman bahwa dopamin itu ngasih efek senang tapi nagih. Di saat bersamaan testosteron tetap dihasilkan tanpa peduli rumah Direktur kebanjiran atau enggak. Analoginya gini: loe lagi bete dan haus banget, ada tukang es krim lewat. Loe suka banget Conello Sweetheart Brownies-nya Walls. Pas makan, rasanya gimana? Uh seneng banget kan. Lagi bete aja bisa ilang betenya. Dopamin keluar tuh. Seneng. Puas. Besok-besok pas loe bete bakal beli es krim lagi ga? Loe punya duit, beli lagi pasti lah.. Cuman sekarang ada Pisseta. Milih Walls apa Pisetta? Pisseta lah.. lebih enak. Makan lagi, seneng lagi, betenya ilang lagi, Puas. Dopamin keluar lebih banyak. Besok kalo bete lagi pengen makan es krim lagi dong. Kalo punya duit, ada Baskin Robins ama Pisseta, milih Baskin dong. Makan lagi, seneng lagi, betenya ilang lagi, puas. Dopamin keluar makin banyak lagi. Walls? Udah lupa tuh, kecuali kalo duitnya cuma cukup buat beli Walls. Eh besokannya bete lagi. Ada Haagendaasz. Wuaaah Haagendaasz. Baskin? Udah ga level lah.

 

Pornografi? Persis sama. Karena yang kerja sama-sama dopamin, senyawa kimianya sama. Anak-anak biologi pasti ngerti kalo udah level molekuler, apapun itu jadi ga ada bedanya. Hewan kek, manusia kek, tumbuhan kek.

 

Anak yang udah pernah terpapar sama komik porno, adegan yang beberapa detik di Twilight misalnya, itu udah ON pathway porno di otaknya. Dan kayak yang Randy Hyde bilang, ga bisa dimatiin, cuma bisa mati-matian direm. Kalo ga direm, kasusnya kayak es krim. Salah seorang pasien Mr JoAnn Hamilton (kemaren bu Elly nge-forward email dari temennya yang psikolog terapis adiksi pornografi di Amerika itu) pertama kali terpapar pornografi gara-gara buka buku katalog pakaian dalam wanita punya ibunya waktu umur 13 tahun. Karena penasaran, meningkat jadi liat majalah porno. Internet muncul, berselancar lah dia di dunia maya (Internet Pornography). Sampe sekarang usianya 31 tahun, sedang berjuang melawan adiksi pornografi.

 

Untungnya pasiennya JoAnn sadar kalo dia harus berhenti. Lah anak-anak itu? Bahkan dia belum mengerti dirinya sendiri. Kasus video SMP 4? Hei itu anak suka sama suka. Bego ya mereka? Enggak! Anak itu langganan piala Juara Fisika. Pintar itu adanya bukan di PFC, adanya di Cortex. Jadi itu bagian yang berbeda. Cortexnya bagus, tapi PFCnya rusak. Yang ngerekam? Itu anak OSIS dan ROHIS. Ok, speechless. Ngapain sih, sayang? Eskalasinya sedikit-sedikit, yang awalnya geuleuh.. jijik.. kaget.. lalu penasaran.. lalu biasa aja liat orang ciuman atau adegan gituan di film-film. Lalu, anak SMP 4 itu udah sampe pada levelActing Out”. Memerankan. Memerankan apa? Memerankan komik yang mereka baca, saya ga sudi nyebut judul komiknya disini. Level tertinggi adalah menjadi kasus.

 

Banyak kasus perkosaan yang bejat banget, semua ngaku kalo mereka perkosa orang karena nonton video porno. Kasusnya dari anak sebagai korban sampe anak sebagai pelaku. Apalagi kasus orang dewasa, bahkan tukang parkir terminal Pulogadung incest anaknya sendiri. Yang lebih gila lagi kasus di Tasik, ada anak umur belasan perkosa ayam sampe ratusan dan belasan domba. OTAKNYA DIMANAAA? Udah rusak, bu. Kasus ini ga akan ketauan kalo bukan karena ada mayat anak SD ngapung setelah diperkosa.

 

wajah manusia, tapi onderdil binatang ):

wajah manusia, tapi onderdil binatang ):

 

Manusia mukanya doang, seluruhnya udah ga bisa dibedain ama binatang. Coba kita cek, bener ga Direkturnya mati? PFC-nya rusak?

(1) Memegang teguh moral dan nilai —> TIDAK —> bukan manusia = hewan

(2) Mampu membuat perencanaan masa depan —> TIDAK —> Boro-boro! Kalo dia merencanakan masa depan dengan baik, dia ga akan jual hari ini dengan kelakuan-kelakuan murahan

(3) Bisa ngatur emosi untuk nunda kepuasan —> TIDAK —> Kalo bisa nunda kepuasan, pas ngeliat bocah pulang sekolah ga kan ujug-ujug niat perkosa. Bahkan ada kasus di Palembang, 8 anak main ‘gituan’ di BAWAH PANGGUNG ORANG NIKAHAN!

(4, 5, dan 6) Bisa mengontrol diri, menerima konsekuensi, dan bisa mengambil keputusan berdasarkan logika  —> loe tau sendiri lah ya jawabannya —> Jika dijelasin neurosainsnya: kalo dopamin, testosteron, dan vasopresin nyampur di kepala loe, LOE GA BISA KENDALIIN LOGIKA LOE LAGI. That’s it. Dalam keadaan kayak apa hal ini terjadi? Jika dorongan melakukan aktifitas seksual sudah sangat tinggi.

 

Makanya saudara-saudaraku muslim, Allah nyuruh kita ini itu karena Dia sayaaang banget sama kita.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Qs. An-Nuur (24): 30)

 

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Qs. An-Nuur (24): 31)

 

Saya tau, baca ini menimbulkan luka. Saya sendiri yang nulis pun rasanya sakit. Tapi kita ga boleh diem. Kita harus bergerak. Kita harus melakukan sesuatu. Menyampaikan kebenaran. Semoga cara saya nyampeinnya ga bikin siapapun sakit hati ):

 

Maaf ya muslimah, mungkin ini pendapat saya, saya bukan ahli tafsir, saya hanya menangkap mengapa Allah memerintahkan kita menutup aurat kita, bukan semata-mata supaya kita lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu laki-laki yang jahat. Allah memang bilang itu di surat Al-Ahzab ayat 59, tapi kalo kita udah ngerti sistem kerja otak kita, hormon dalam tubuh kita, perintah Allah itu menjadi sangat masuk akal. Saudara kita yang Muslim juga punya hak untuk menjaga pandangannya, karena dia tidak bisa mengatur sekresi hormon dalam otak dan tubuhnya. Yang bisa mereka lakukan adalah menjaga pandangannya agar mereka mampu memelihara kemaluannya. Apalagi testosteron yang ada dalam tubuh mereka jauh jauh jauh lebih banyak dari yang kita (perempuan) miliki.

 

Para kakak, para orang dewasa, mau kah kita berjanji untuk melindungi adik-adik kita, anak-anak masa depan bangsa? Mendukung mereka untuk menjadi yang terbaik dari diri mereka sendiri.

 

Orang bijak berkata, “Jangan kamu tarik anakmu dari dunia bermain terlalu cepat karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang jiwanya kekanak-kanakan”.

 

Soal gadget, terlalu dini dan tanpa kesepakatan bersama antara orangtua dan anak dalam memberikan gadget juga merupakan isu krusial. Hanya dengan satu buku jarinya, kita mengantar mereka yang kita sayangi berselancar ke dunia tanpa batas. Dimana didalamnya 4200 situs porno diunggah oleh pebisnis pornografi tiap minggunya. Belum lagi film kartun yang mengandung konten porno seperti Spongebob, dan konten acara TV kabel yang banyak menayangkan adegan orang dewasa.

 

Anak, pada saat usia SMP, menunjukkan perubahan seksual sekunder yang nyata pada fisiknya. Ini artinya, hipotalamus telah mengomando kelenjar pituitary untuk mekanisme pelepasan testosteron ke dalam darah. Mekanisme ini secara alami terjadi pada anak sebagai perkembangan seksualitasnya. Namun, stimulus dari luar (baca: video porno ataupun games dengan konten porno) akan mempercepat release-nya testosteron tadi. Sehingga anak tidak perlu lagi mimpi basah untuk ejakulasi. Mereka telah sexually active dan ironisnya kebanyakan orangtua tidak tau kapan pertama kali anak laki-lakinya ejakulasi. Bahkan orangtua belum menyiapkan anak untuk menghadapi masa ‘mimpi basah’ untuk pertama kali. Orangtua masih saja terus berfokus pada PR-dan-les. Bagaimana mungkin orangtua tiba-tiba akan membicarakan konten “Pornografi” pada anak?

 

Saya pengen cerita sedikit deh yang Mark B Kastleman bilang dalam bukunya “The Drugs of Millennium Era”. Siapa sih pebisnis pornografi itu? Apa yang mereka mau? Siapa target mereka? Misal kita ambil contoh majalah pria dewasa, yang mereka mau ya mereka mau dapet uang lah. Targetnya? Pria dewasa eksekutif muda. NON SENSE! Ya, mereka mau dapet duit. Games GTA meraup keuntungan 3 Juta USD setelah dilaunching hanya selama 3 HARI. Siapa yang main? Kan itu mature games, ya yang udah 17+ lah. NOPE! Itu mainan favorit murid-murid saya SEJAK MEREKA SD. Tanya ponakan deh kalo ga percaya. Itu game favorit anak-anak.

 

Yang disasar pebisnis pornografi itu adik-adik laki kita, yang belum baligh, yang umurnya baru 8 – 10 tahun. Kenapa? Kenapa anak? Karena neuron di otaknya belum bersambungan. Masa ini adalah masa kritis dimana otak mereka sedang membuat sambungan-sambungan informasi. Dan sudahlah, seluruh dunia tau kalo ngobrolin soal seksualitas pada anak adalah HAL YANG SANGAT TABU. Sehingga orangtua tidak menyiapkan anaknya mengalami masa baligh. Kenapa anak laki? Karena ketika sambungan yang diciptakan pebisnis pornografi itu udah terbentuk dalam otak anak kita, ketika baligh, ketika testosteronnya melejit di masa-masa awal dan mereka tidak mengerti apa yang terjadi karena orangtuanya tidak mengajarkan, BAM! Konten soft porn dan hard porn disebarkan. Apa yang mereka inginkan? Mereka menginginkan terciptanya “perpustakaan porno” dalam kepala anak laki-laki kita, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, sehingga mereka akan terus mencari konten porno dari manapun untuk menambah koleksi perpustakaannya. Coba scroll ke atas, iinget lagi sifat dopamin.. —> Maka ini akan menjadi hujan uang untuk pebisnis pornografi.

 

Segitu? Belum.. Mereka tau PFC rusak jika terus-terusan kebanjiran dopamin saat anak-anak koleksi informasi untuk perpustakaannya. Maka, mereka benar-benar menginginkan PFC sang Direktur mati. Rusak. Supaya apa? Inget pertanyaan dari hasil riset yang nanyain kenapa pas nonton yang porno bisa terangsang? Pebisnis ini menargetkan anak mengalami ejakulasi hingga 33-36 kali, karena setelah itu mereka akan menjadi pelanggan seumur hidup! —> Ga perlu susah payah create market lagi, minimalisir marketing cost.

 

Yang menyedihkan, matinya sang Direktur ini bahkan bisa membuat anak kehilangan atau kebingungan orientasi seksualnya. Maka muncul generasi LGBT: Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (kecuali yang sindrom Klinefelter). Cek lah, kalo disuruh cerita, udah bisa dipastiin perasaan “penyimpangan seksual” ini mulai dirasa anak sejak kecil walau ga jelas umurnya.

 

Apa yang terjadi selanjutnya? Anak akan menjadi FUTURE MARKET. Untuk apa? Bisnis PELACURAN. Mereka sudah punya demand yang dipupuk sejak anak masih kecil, masih belum baligh.

 

Sampai disini sudah? BELUM. Demand pasti butuh supply. Maka, tercipta satu unit bisnis lagi: WOMEN TRAFFICKING!

 

Lah, bisnis pelacuran kan dari jaman Nabi juga udah ada. Coba baca lagi deh, emangnya pebisnis jaman hong itu ga pake trik yang sama? Yang beda cuman medianya. Jaman dulu ga ada internet. Produknya mah sama aja. Tuh di kota kaum Sodom, emang patung ama pahat-pahatannya ga porno semua? PRODUKNYA SAMA AJA!

 

Subhanallah.. Faghfirli, ampuni hamba yang masih belum bisa ngapa-ngapain ):

 

Maka, ketika bu Risma nangis dan ga bisa ngomong apa-apa soal pengalamannya mengajar anak yang sekolahnya dekat lokalisasi, saya ngerti. Dan saya jadi pengen teriak, HOI KOH AHOK! NGERTI GA?

 

Ah, sudah.. saya sakit nulis fakta ini. Apa yang bisa kita lakukan? Dekatlah pada keluarga..

 

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim: 6)

 

Kita yang duluan sadar, kita duluan yang punya tanggungjawab soal ini. Jangan sampe adik-adik kita, anak-anak kita menemukan orang yang salah ketika mereka merasa BLASTed. Jadilah orangtua psikologis mereka.

 

Banyak cari ilmu buat bikin kita PEDE ngobrol soal seksualitas ke anak-anak dan adik-adik kita. ASLI GA MUDAH buat ngomongin ini. Tempat saya kerja ada workshop dan pelatihannya. Gimana caranya ngajarin anak mengenal bermacam sentuhan, supaya anak punya sikap asertif terhadap perlakuan orang lain. Kasusnya anak-anak korban pencabulan dan perkosaan dimulai dari dia ga tau gimana caranya nolak ajakan orang lain dan gimana caranya tau kalo orang yang dia hadapi punya nafsu busuk.

 

Yang berhubungan dengan anak dan remaja, entah itu sebagai orangtua, guru, kakak, om, tante, obrolin bahaya pornografi pada mereka. Ajari caranya membatasi diri dari konten-konten seperti itu. Dukung mereka untuk fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan masa depan dan passion mereka. Buat mereka sibuk mempersiapkan diri menjadi Their Best in The Future.

 

Satu lagi, tempat saya kerja sedang menggodok gerakan untuk membuat konten alternatif untuk mengisi kekosongan dalam jiwa anak yang kita semua ga bisa mengharapkan orangtuanya bisa protect mereka. Kita udah ga bisa pake cara-cara lama dengan slogan ANTI-pornografi. Kami berusaha menawarkan KONTEN BAIK. Ini PERANG VALUE. Kalo mau gabung dalam merumuskan gerakan ini, hayuk! Seneng banget. Kontak aja saya kalo tergerak untuk berjuang bareng. Kita buat produk yang disukai anak-anak, sampe akhirnya nilai-nilai yang kita bawa jadi LIFE STYLE mereka. Harapannya, kita udah ga perlu lagi capek-capek perang head to head dengan pebisnis pornografi, karena dengan apa yang kita punya sekarang, rasanya kita ga mungkin menang. Tapi kita bisa menciptakan anak berkarakter tangguh yang IMUN (bukan ‘steril’) terhadap konten kotor semacam itu dan berlalu sambil berkata, “Hah? Liat kayak gituan? Maaf ya jamannya udah lewat. Kuno. Itu ga gue banget”. KITA MENCIPTAKAN GENERASI IMUN yang berkarakter tangguh, demi siapa? Demi mereka dan generasi yang akan kita tinggalkan.

 

Sebagai penutup, saya kutipkan satu surat cintaNya:

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (Qs. An-Nisa : 9)

 

YUK BERGERAK!

 

Miftahul ‘pipichan’ Hidayah

Alumni Biologi ITB angkatan 2004
Kita & Buah Hati Foundation
Jalan Gudang Peluru Barat Blok V No. 526, Kebon Baru, Jakarta Selatan 12830
Tlp/Fax: 837 90 765 / 8370-5335
http://www.facebook.com/mh12matahari

Leave a comment »

Hometax: Mengurus Pajak di Korea Bisa via Online dari Rumah Anda \^.^/

1. Buka http://hometax.go.kr/ di browser Internet Explorer. Pilih tab 개인 (Individual), lalu 로그인 (login). Untuk yang sudah berkeluarga, lebih disarankan untuk datang langsung ke kantor pajak.

00

2. Pilih 공인인증서 로그인jika memiliki certificate (biasanya dari aplikasi internet banking). Atau pilih 일반 사용자 아이디로 jika tidak memiliki certificate, di step selanjutnya akan ada verifikasi menggunakan nomer handphone. Read the rest of this entry »

2 Comments »

Let’s Join @cisakita 2013 by @Perpika ^^

CISAK 2013 timeline

CISAK 2013 timeline (latest version)

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, CISAK (Conference of Indonesian Students Association at Korea) merupakan agenda tahunan dari PERPIKA yang telah berlangsung semenjak tahun 2008. Read the rest of this entry »

2 Comments »

Bagaimana Cara Memakan Buah dengan Tepat? #info

Buah-buahan :9 (sumber: http://goo.gl/C5Gt3)

Buah-buahan :9 (sumber: http://goo.gl/C5Gt3)

Beberapa tahun yang lalu, alhamdulillah saya sukses menerapkan pola hidup sehat yang terdiri dari pola makan seimbang dan pola tidur seimbang. Saat ini saya sungguh menginginkan kembali ke masa itu, dimana qadarallah mata saya secara otomatis bisa melek tanpa alarm jam 4 pagi, setelah shalat qiyaumil lail dan subuh dilanjutkan dengan mandi pagi, kemudian makan buah sebelum sarapan, berangkat ke kampus, pulang sebentar untuk tidur siang, jika ada kelas sore maka saya kembali ke kampus dengan naik sepeda, setelah maghrib sudah di kos lalu ngaji, belajar atau main (game di) laptop, lalu berhasil tidur tepat jam 9 atau 10 walaupun suara TV yang disetel teman sekosan suaranya agak kencang, dst. Sayangnya kebiasaan (yang bisa dianggap) baik itu kemudian agak terganggu kontinuitasnya. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Join ‘The Coffee Table Discussion’ Episode 6

'The Coffee Table Discussion' Episode 6

‘The Coffee Table Discussion’ Episode 6

One of the reasons i went to Seoul last weekend {the story behind my trip can be read here} is to attend weekly agenda of Perpika Region 1 named ‘The Coffee Table Discussion’. The program was initiated by Widhi, governor of Perpika Region 1. Widhi proposed this program because she found out that for many Indonesian students got their Korean level goes nowhere while their English seems to get worse since have been living in Korea {i do feel the same!}. Another common case is we student got to do many presentations in English but still got nervous all the time {me either!}.

Read the rest of this entry »

1 Comment »

“Lost” in Seoul

Weekend lalu (Sabtu 30-03-2013 s/d Ahad 31-03-2013) alhamdulillah aku berkesempatan merasakan berada di ibukota Korea Selatan, Seoul. After almost 2 years here, this is my first time to go to one of the most hectic city in the world. Karena ada janji dengan seorang teman untuk menghadiri sebuah acara, aku bela-belain beli tiket KTX (baca di sini cara pembelian tiket KTX dengan menggunakan KR PASS) untuk ke Seoul. Qadarallah temanku tersebut mendadak menggelar akad nikah dan batal ikut pergi ke Seoul, jadi akhirnya selain first trip juga solo trip to Seoul, literally.

서울에 간다고~

서울에 간다고~

Read the rest of this entry »

2 Comments »

Travelling Nyaman & Terjangkau di Korea dengan KTX Menggunakan KR PASS

Suatu hari di Busan Station ^^

Suatu hari di Busan Station ^^

Read the rest of this entry »

75 Comments »

Kabar dari Kami di Korea ^^v

Postingan pendek-tanpa-gambar ini cuma sebagai tanggapan instan atas pertanyaan beberapa teman yang menanyakan apakah kondisi kami yang sedang berada di Korea Selatan setelah adanya ancaman perang dari sang negara tetangga Korea Utara. Alhamdulillah kondisi disini masih terlihat aman, untuk lebih jelasnya mungkin bisa baca berita di media milik Korea Selatan (bukan berita di media milik Indonesia) atau sila cek chirpstory milik kak Andy di link ini. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Weekly Photo Challenge: Surprise

Since last week, the cherry blossom trees in my campus blooming. Ketika akhirnya ada kesempatan buat foto-foto si cantik bunga Sakura -tapi di Korea namanya 벚꽃- ini, secara surprais ada ‘tamu’ yang ikut nampang di dalam foto. Who are them? Please check carefully in the photos ^^ Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Sign Up Timetock Get Free Banana Milk

Profesor saya, yang notabene jurusannya Teknik Sipil, menugaskan kedua programmer di lab kami untuk membuat sebuah aplikasi semacam SNS (Social Networking Service, cara orang Korea dalam menyebut Social Media atau SocMed) yang diberi nama Timetock! Berikut step by step pembuatan akunnya:

Timetock interface

Timetock interface

Buka http://www.timetock.com/ lalu klik sesuai tanda hijau dalam gambar ^^ Read the rest of this entry »

Leave a comment »

%d bloggers like this: