i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Kisah Kota Sodom dan Kaum Nabi Luth yang Dihancurkan Allah

on 29 September 2010

Tulisan ini saya ambil dari website Harun Yahya, semoga bermanfaat :)

***

KAUM NABI LUTH DAN KOTA YANG DIJUNGKIRBALIKKAN

“Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.” (QS. Al Qamar, 54: 33-36)

Luth hidup semasa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai rasul atas salah satu kaum tetangga Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana diutarakan oleh Al Quran, mempraktikkan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi (homoseksual). Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabiannya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.

 

Kota kediaman Luth, dalam Perjanjian Lama disebut sebagai kota Sodom. Karena berada di utara Laut Merah, kaum ini diketahui telah dihancurkan sebagaimana termaktub dalam Al Quran. Kajian arkeologis mengungkapkan bahwa kota tersebut berada di wilayah Laut Mati yang terbentang memanjang di antara perbatasan Palestina-Yordania.

 

Sebelum mencermati sisa-sisa dari bencana ini, marilah kita lihat mengapa kaum Luth dihukum seperti ini. Al Quran menceritakan bagaimana Luth memperingatkan kaumnya dan apa jawaban mereka:

“Kaum Luth telah mendustakan rasulnya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang yang diusir”. Luth berkata ‘Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu’.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26: 160-168)

 

Sebagai jawaban atas ajakan ke jalan yang benar, kaum Luth justru mengancamnya. Kaumnya membenci Luth karena ia menunjuki mereka jalan yang benar, dan bermaksud menyingkirkannya dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dalam ayat lain, kejadian ini dikisahkan sebagai berikut:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (QS. Al A’raaf, 7: 80-82)

 

Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan jelas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan peringatan macam apa pun dan terus menolak Luth dan tidak mengacuhkan azab yang telah ia sampaikan kepada mereka:

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al ‘Ankabuut, 29: 28-29)

 

Karena menerima jawaban sedemikian dari kaumnya, Luth meminta pertolongan kepada Allah.

“Ia berkata: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (QS. Al ‘Ankabuut, 29: 30)

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26:169)

 

Atas doa Luth tersebut, Allah mengirimkan dua malaikat dalam wujud manusia. Kedua malaikat ini mengunjungi Ibrahim sebelum mendatangi Luth. Disamping membawa kabar gembira kepada Ibrahim bahwa istrinya akan melahirkan seorang jabang bayi, kedua utusan itu menjelaskan alasan pengiriman mereka: Kaum Luth yang angkara akan dihancurkan:

“Ibrahim bertanya, “Apakah urusanmu hai para utusan?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membi-nasakan) orang-orang yang melampaui batas” (QS. Adz-Dzaariyaat, 51: 31-34)

“Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya).” (QS. Al Hijr, 15: 59-60)

 

Setelah meninggalkan Ibrahim, para malaikat yang dikirim sebagai utusan lalu mendatangi Luth. Karena belum pernah bertemu utusan sebelumnya, Luth awalnya merasa khawatir (karena tamunya laki-laki, Luth takut kaumnya melakukan perbuatan sodomi itu terhadap tamunya), namun kemudian ia merasa tenang setelah berbicara dengan mereka.

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena keda-tangan mereka, dan dia berkata, “Inilah hari yang amat sulit.” (QS. Huud, 11: 77)

“Ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Para utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang yang benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu”. Dan Kami telah wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS. Al Hijr, 15 : 62-66)

 

Sementara itu, kaum Luth telah mengetahui bahwa ia kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu untuk mendatangi tamu-tamu tersebut dengan niat buruk sebagaimana terhadap yang lain-lain sebelumnya. Mereka mengepung rumah Luth. Karena khawatir atas keselamatan tamunya, Luth berbicara kepada kaumnya sebagai berikut:

“Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (QS. Al Hijr, 15 : 68-69)

 

Kaum Luth menjawab dengan marah:

“Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia.” (QS. Al Hijr, 15: 70)

Merasa bahwa ia dan tamunya akan mendapatkan perlakuan keji, Luth berkata:

“Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu akan aku lakukan).” (QS. Huud, 11: 80)

 

“Tamu”-nya mengingatkannya bahwa sesungguhnya mereka adalah utusan Allah dan berkata:

“Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (QS. Huud, 11 : 81)

 

Ketika kelakuan jahat warga kota memuncak, Allah menyelamatkan Luth dengan perantaraan malaikat. Pagi harinya, kaum Luth dihancurleburkan dengan bencana yang sebelumnya telah ia sampaikan.

“Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.” (QS. Al Qamar, 54: 37-38)

 

Ayat yang menerangkan penghancuran kaum ini sebagai berikut:

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).” (QS. Al Hijr, 15: 73-76)

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud, 11: 82-83)

“Kemudian Kami binasakan yang lain, dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesung-guhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26: 172-175)

 

Ketika kaum tersebut dihancurkan, hanya Luth dan pengikutnya, yang tidak lebih dari “sebuah keluarga”, yang diselamatkan. Istri Luth sendiri juga tidak percaya, dan ia juga dihancurkan.

“Dan (Kami juga yang telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelumnya?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang me-lampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri”. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu belerang), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang memperturutkan dirinya dengan dosa dan kejahatan itu.” (QS. Al A’raaf, 7: 80-84)

 

Demikianlah, Nabi Luth diselamatkan bersama para pengikut dan keluarganya, kecuali istrinya. Sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Lama, ia (Luth) berimigrasi bersama Ibrahim. Akan halnya kaum yang sesat itu, mereka dihancurkan dan tempat tinggal mereka diratakan dengan tanah.

 

“TANDA-TANDA YANG NYATA” DI DANAU LUTH

Ayat ke-82 Surat Huud dengan jelas menyebutkan jenis bencana yang menimpa kaum Luth. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.”

Pernyataan “menjungkirbalikkan (kota)” bermakna kawasan tersebut diluluhlantakkan oleh gempa bumi yang dahsyat. Sesuai dengan ini, Danau Luth, tempat penghancuran terjadi, mengandung bukti “nyata” dari bencana tersebut.

 

Kita kutip apa yang dikatakan oleh ahli arkeologi Jerman bernama Werner Keller, sebagai berikut:

Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam serta lautan api.

 

Malahan, Danau Luth, atau yang lebih dikenal dengan Laut Mati, terletak tepat di puncak suatu kawasan seismik aktif, yaitu daerah gempa bumi.

Dasar dari Laut Mati berdekatan dengan runtuhan yang berasal dari peristi-wa tektonik. Lembah ini terletak pada sebuah tegangan yang merentang antara Danau Taberiya di Utara dan tengah-tengah Danau Arabah di Selatan.

 

Peristiwa tersebut dilukiskan dengan “Kami menghujani mereka dengan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi” pada bagian akhir ayat. Ini semua mungkin berarti letusan gunung api yang terjadi di tepian Danau Luth, dan karenanya cadas dan batu yang meletus berbentuk “terbakar” (kejadian serupa diceritakan dalam ayat ke-173 Surat Asy-Syu’araa’ yang menyebutkan: “Kami menghujani mereka (dengan belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.”)

 

Berkaitan dengan hal ini, Werner Keller menulis:

Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.

 

Sebuah ilustrasi yang menunjukkan letusan gunung berapi dan keruntuhan yang mengikutinya, yang memusnahkan seluruh kaum.
Lava dan lapisan basal merupakan bukti terbesar bahwa letusan gunung api dan gempa bumi pernah terjadi di sini. Bencana yang dilukiskan dengan ungkapan “Kami menghujani mereka dengan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi” dalam Al Quran besar kemungkinan menunjuk letusan vulkanis ini, dan Allah-lah Yang Mahatahu. Ungkapan “Ketika firman Kami telah terbukti, Kami jungkir-balikkan (kota)”, dalam ayat yang sama, mestilah menunjuk pada gempa bumi yang mengakibatkan letusan gunung api di atas permukaan bumi dengan akibat yang dahsyat, serta retakan dan reruntuhan yang diakibatkannya, dan hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

 

“Tanda-tanda nyata” yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik. Umumnya, kejadian yang diceritakan dalam Al Quran terjadi di Timur Tengah, Jazirah Arab, dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua kawasan ini terletak Danau Luth. Danau Luth, serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya, patut mendapat perhatian secara geologis. Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi terdalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di kedalaman 800 meter di bawah Laut Tengah. Inilah titik yang terendah di seluruh permukaan bumi. Di daerah lain yang lebih rendah dari permukaan laut, paling dalam adalah 100 meter. Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi, kepekatannya hampir mencapai 30%. Oleh karena itu, tidak ada organisme hidup, semacam ikan atau lumut, yang dapat hidup di dalam danau ini. Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur Barat lebih sering disebut sebagai ” Laut Mati”.

 

Kejadian yang menimpa kaum Luth, yang disebutkan dalam Al Quran berdasarkan perkiraan terjadi sekitar 1.800 SM. Berdasarkan pada penelitian arkeologis dan geologis, peneliti Jerman Werner Keller mencatat bahwa kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.

 

Karakteristik paling menarik dari struktur Danau Luth adalah bukti yang menunjukkan bagaimana peristiwa bencana yang diceritakan dalam Al Quran terjadi:

Pada pantai timur Laut Mati, semenanjung Al Lisan menjulur seperti lidah jauh ke dalam air. Al Lisan berarti “lidah” dalam bahasa Arab. Dari daratan tidak tampak bahwa tanah berguguran di bawah permukaan air pada sudut yang sangat luar biasa, memisahkan laut menjadi dua bagian. Di sebelah kanan semenanjung, lereng menghunjam tajam ke kedalaman 1200 kaki. Di sebelah kiri semenanjung, secara luar biasa kedalaman air tetap dangkal. Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa kedalamannya hanya berkisar antara 50 – 60 kaki. Bagian dangkal yang luar biasa dari Laut Mati ini, mulai dari semenanjung Al Lisan sampai ke ujung paling Selatan, dulunya merupakan Lembah Siddim.

 

Werner Keller menenggarai bahwa bagian dangkal ini, yang ditemukan terbentuk belakangan, merupakan hasil dari gempa bumi dahsyat yang telah disebutkan di atas. Di sinilah Sodom dan Gomorah berada, yakni tempat kaum Luth pernah hidup.

Suatu ketika, daerah ini dapat dilintasi dengan berjalan kaki. Namun sekarang, Lembah Siddim, tempat Sodom dan Gomorah dahulunya berada, ditutupi oleh permukaan datar bagian Laut Mati yang rendah. Keruntuhan dasar danau akibat bencana alam mengerikan yang terjadi di awal alaf kedua sebelum Masehi mengakibatkan air garam dari utara mengalir ke rongga yang baru terbentuk ini dan memenuhi lembah sungai dengan air asin.

Jika seseorang bersampan melintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat, maka ia akan melihat sesuatu yang sangat menakjubkan. Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaan air, tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi. Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno. Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini. Aspek mekanis dari bencana yang menimpa kaum Luth diungkapkan oleh para peneliti geologi. Mereka mengungkapkan bahwa gempa bumi yang menghancurkan kaum Luth terjadi sebagai akibat rekahan yang sangat panjang di dalam kerak bumi (garis patahan) sepan-jang 190 km yang membentuk dasar sungai Sheri’at. Sungai Sheri’at membuat air terjun sepanjang 180 meter keseluruhannya. Kedua hal ini dan fakta bahwa Danau Luth berada 400 meter di bawah permukaan laut adalah dua bukti penting yang menunjukkan bahwa peristiwa geologis yang sangat hebat pernah terjadi di sini.

Sisa-sisa dari kota yang terkubur ke dalam danau, ditemukan di tepian danau. Peninggalan ini menunjukkan bahwa kaum Luth telah memiliki standar hidup yang cukup tinggi.

Struktur Sungai Sheri’at dan Danau Luth yang menarik hanya merupakan sebagian kecil dari rekahan atau patahan yang melintas dari kawasan bumi tersebut. Kondisi dan panjang rekahan ini baru ditemukan akhir-akhir ini.

Rekahan tersebut berawal dari tepian Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Danau Luth dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, dan berakhir di Afrika. Di sepanjangnya teramati kegiatan-kegiatan vulkanis yang kuat. Batuan basal hitam dan lava terdapat di Gunung Galilea di Palestina, daerah dataran tinggi Yordan, Teluk Aqaba, dan daerah sekitarnya.

 

Seluruh reruntuhan dan bukti geografis tersebut menunjukan bahwa bencana geologis dahsyat pernah terjadi di Danau Luth. Werner Keller menulis:

Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam serta lautan api. Pergeseran patahan membang-kitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.

 

National Geographic edisi Desember 1957 menyatakan sebagai berikut:

Gunung Sodom, tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorang pun menemukan kota Sodom dan Gomorrah yang dihancurkan, namum para akademisi percaya bahwa mereka berada di lembah Siddim yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka setelah gempa bumi.

 

Sumber: http://www.harunyahya.com/

 

***

 

Wallahua’lam

About these ads

38 responses to “Kisah Kota Sodom dan Kaum Nabi Luth yang Dihancurkan Allah

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by rizki wahyudi and Andry Dilindra, Nelly Tsabita. Nelly Tsabita said: Kisah Kota Sodom dan Kaum Nabi Luth yang Dihancurkan Allah: http://wp.me/pB7Qu-3S [...]

  2. Emmy Arnis says:

    Sungguh luar biasa kitab suci AL-QUR’AN,apa yg terkandung di dalamnya, bisa dibuktikan secara ilmiah. ALLAHU AKBAR!

  3. agung says:

    islam dgn al qur’an nya TAK PERNAH BERBOHONG !!!!!

  4. subhanallah, Maha suci Allah dengan segala firmanNya. sungguh islam adalah agama yang benar dan Rahmatan lilalamin

  5. Asep says:

    Udah jelas,diteliti benar ada nya.masa masih tetep gengsi tuk mengakui kebenaran al-kuran…!

  6. bambang says:

    dlm kitab perjanjian lama juga ada kisah nabi luth tuh. tp g se alim crt orang islam. disana diceritakan, nabi luth memperkosa putri2nya. sampai hamil. hebat kan.
    apa ini juga dianggap ayat2 palsu?.
    disana jg ada cerita nbi nuh sedang tiduran dijalan dg br telanjang bulat.
    juga ada tuhan allah punya dua istri, dicerai krn selingkuh. dsb dsb._
    apa ini jg ayat2 palsu?.
    mungkinkah ada ayat2 palsu di kitab perjanjian baru dan kitab perjanjian baru cetakan terbaru??. kenapa di al quran ada ayat yg mencela orang2 yahudi dan nasrani yg suka merobah/membuat/merevisi kitab taurat dan injil??.
    apakah krn al quran bnyk membongkar aib2, kecurangan2, taurat dan injil versi kris

    http://www.google.co.id

  7. bambang says:

    kaum kristen sll menganggap bhw al quran itu hasil kebohongan Muhammad saw. sbg orang sll pngn tahu alasan2 mereka menuduh spt itu, saya suka baca trjemahan al quran. tp saya sering ditantang dg tulisan2 APA KAMU TDK MAU MEMIKIRKAN. KALAU KAMU BERAKAL… dsb. wah.. islam ngajak mempergunakan otak untuk brfikir…. klo al quran ini buatan Muhammad yg orang jadul ini, masa iya nantang kita untk mikir2 ?. trlalu brani dia. atau, mmng al quran ini bnr2 firman Allah?. Klo mang dr Allah, ya pantas klo brani nantang kita untuk pakai otak.
    tp…. dlm agama kristen. g usah pkai otak. apapun isi PL dan PB, hanya dipercaya saja. g usah dipikir apa bnr ini kata2 dari nabi2. per

  8. yuli says:

    ijin share ya…

  9. Irfan says:

    Kitab suci umat kristen menyampaikan secara jujur dan tidak ada yang disembunyikan kenyataan bahwa kaum luth sebagai manusia melakukan dosa besar dan Allah menghukumnya, itulah kejujuran alkitab, dan ketika Al quran juga menulisnya ceritanya jadi berubah, Luth disebut sebagai Nabi, Kota Sodom menjadi Sadum dan Gomora menjadi Amora.

    Yang jadi pertanyaan adalah kisah-kisah yang terjadi dalam Alkitab sudah ada jauh sebelum Al Quran diturunkan, mengapa semua kisah-kisah dalam Alkitab tersebut dirubah menjadi serba arab, baik nama tokoh, tempat dan kejadian, tetapi kebanyakan cerita dalam Al Quran melenceng dari kisah sebenarnya.

    Dalam hal berdebat islam sering menyampaikan Al quran dan hadist sebagai bukti yang shahih, tetapi ketika islam dikritik, terutama jika kelakuan Muhammad dikritik, dan diberikan bukti dengan bukti-bukti hadist yang shahih maka akan secara serta merta akan mengatakan bahwa hadist tersebut dikatakan shahih dan semua itu hanyalah fitnah kafir semata, dan ujung-ujungnya kalau sialam kalah debat pasti akan melaknat, marah, ngamuk, sumpah serapah dan do’a-do’a kepada Allah SWT aga kafir dihancurkan, itulah salah satu mengapa orang malas berdebat dengan islam, karena islam gampang marah, ngamuk dan memaki-maki.

    • “Kitab suci umat kristen menyampaikan secara jujur dan tidak ada yang disembunyikan kenyataan bahwa kaum luth sebagai manusia melakukan dosa besar dan Allah menghukumnya, itulah kejujuran alkitab, dan ketika Al quran juga menulisnya ceritanya jadi berubah, Luth disebut sebagai Nabi, Kota Sodom menjadi Sadum dan Gomora menjadi Amora.”

      –> Di bagian mana yang Al-Qur’an tidak menyampaikan secara jujur? Apakah di bagian “Nabi Luth menurut pandangan Islam dan Lot dalam Alkitab adalah bahwa Alkitab menuliskan cerita bahwa nabi Luth atau Lot dalam keadaan tidak sadar berhubungan atau besetubuh selayaknya sepasang suami istri dengan kedua anak perempuannya” (http://id.wikipedia.org/wiki/Sodom_dan_Gomora)? Jika betul di bagian itu yang dimaksud, tidak betul jika Anda menyebut Islam tidak jujur karena menyembunyikan fakta bahwa Nabi Luth bersetubuh dengan anaknya sendiri, karena apa yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah wahyu Allah kepada Rasulullah Muhammad melalui malaikat Jibril yang isinya sudah dijamin tidak ada perubahan sama sekali sampai akhir zaman nanti [Silakan lihat Al-Qur’an surat ke-15 Al-Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” http://quran.insanislam.com/surat/al-hijr.htm%5D.

      Yang jadi pertanyaan adalah kisah-kisah yang terjadi dalam Alkitab sudah ada jauh sebelum Al Quran diturunkan, mengapa semua kisah-kisah dalam Alkitab tersebut dirubah menjadi serba arab, baik nama tokoh, tempat dan kejadian, tetapi kebanyakan cerita dalam Al Quran melenceng dari kisah sebenarnya.

      –> Saya bukan ahli bahasa, jadi tidak akan membalas komen dengan pernyataan yang berat; Anda mengatakan “kebanyakan cerita dalam Al Quran melenceng dari kisah sebenarnya”, saya tidak bisa menerima pendapat itu untuk diri saya pribadi. Ijinkan saya mengambil contoh yang sudah umum digunakan; dalam Islam dikenal Ibnu Sina penemu ilmu kedokteran modern, tetapi orang ‘Barat’ menyebutnya Avicena. Apakah lantas saya mengatakan, “Orang ‘Barat’ itu seenaknya mengganti nama orang, memelencengkan nama orang, nama Ibnu Sina kok diganti Avicena?!”, saya tidak pernah mengatakan seperti itu, kan?. Anda boleh juga baca http://bit.ly/Y37C19 jika berkenan ^^

      Dalam hal berdebat islam sering menyampaikan Al quran dan hadist sebagai bukti yang shahih, tetapi ketika islam dikritik, terutama jika kelakuan Muhammad dikritik, dan diberikan bukti dengan bukti-bukti hadist yang shahih maka akan secara serta merta akan mengatakan bahwa hadist tersebut dikatakan shahih dan semua itu hanyalah fitnah kafir semata, dan ujung-ujungnya kalau sialam kalah debat pasti akan melaknat, marah, ngamuk, sumpah serapah dan do’a-do’a kepada Allah SWT aga kafir dihancurkan, itulah salah satu mengapa orang malas berdebat dengan islam, karena islam gampang marah, ngamuk dan memaki-maki.

      –> Jika ada orang Islam yang seperti itu, bahkan jika banyak orang Islam seperti itu, apakah lantas kita bisa menyimpulkan “Islam itu ya yang seperti terlihat dari perilaku Muslim kebanyakan!”? Tentu tidak bisa. Silakan baca penjelasan tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim, di http://bit.ly/Y38cfq. Sekarang saya balik tanya, jika banyak mahasiswa Hukum yang setelah jadi pengacara malah banyak membela koruptor, pemakai narkoba, dll; apakah kita bisa menyebut bahwa semua mahasiswa Hukum adalah calon pengacara yang tidak memiliki hati nurani? Tolong dijawab ya, jika berkenan ^^ (>> saya sama sekali tidak bilang: “jika Anda tidak balas komen ini, berarti Anda pengecut” lho ya.)

      ***

      Ada sebuah kisah fiksi seperti ini:

      Di dalam sebuah kuliah umum yang diadakan departemenku, seorang professor tiba-tiba berkata, “Siapa di dalam kela ini yang beragama Islam?”. Hanya aku satu-satunya Muslim di dalam kelas ini, bahkan di dalam departemen ini, kebanyakan orang Korea memang tidak memiliki agama. Akupun memberanikan diri untuk mengangkat tanganku, “Saya, prof”.
      Profesor: “Mengapa orang Islam marah jika Al-Qur’an diinjak, dibakar, dikencingi, dijelek-jelekkan? Bukankah jika memang ia benar wahyu Tuhan, Al-Qur’an yang asli akan selalu ada di dalam surga?”
      Aku menarik nafas panjang lalu tersenyum, aku paham bahwa orang Korea hanya percaya ada surga tanpa mau ‘bersusah-susah’ terikat suatu agama. Akupun berdiri dari tempat dudukku lalu melangkah menuju meja sang profesor. Kuambil buku diktat tulisan sang profesor yang ada di mejanya, kubanting ke lantai, lalu kuinjak-injak.
      Profesor pun marah besar seperti orang yang kehilangan kontrol, tidak peduli dengan ratusan pasang mata yang melihat. Ketika hendak menampar pipiku, aku menangkap tangan beliau.
      “Kenapa profesor marah? Ini kan hanya tulisan, isi sebenarnya buku ini kan ada di dalam otak profesor?”, kataku sambil bergegas keluar dari ruangan.
      Namaku Hafiz Furqan Muhammad Al-Fatih, aku akan menjaga Al-Qur’an dimanapun aku berada.

      (cuplikan dari buku yang sedang kami susun)

      • dani says:

        Dua puluh pertanyaan berikut menunjukkan bahwa fakta dan Alkitab sama sekali menolak dugaan ketuhanan Yesus:

        1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-ka n umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?

        Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.

        2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?

        Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

        3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?

        Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611)

        4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah/Bapa?

        Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)

        5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Bapa?

        Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:41-44)

        6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?

        Lalu ia (Pontius Pilatus) membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokka n Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokka n Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (Matius 27:26-31)

        7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?

        Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaik at di sorga tidak, dan Anak (Yesus) pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

        8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?

        …Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:37-39)

        9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?

        Firman TUHAN datang kepadaku (Yeremia), bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:4-5)

        10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?

        ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

        11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?

        Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)

        12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?

        Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)

        Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)

        13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?

        Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.

        14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?

        “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perint ah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)

        Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Matius 8:3-4)

        Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya , kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbu atan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)

        Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perem puan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya . Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:4-7)

        15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)

        Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaa n mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58)

        Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:63-68)

        16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

        Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)

        Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)

        17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

        Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

        18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?

        Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

        Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18)

        19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).

        Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. ” (Ibrani 7:3)

        20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?

        Tak satupun dari keempat Injil Kristen – Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes – ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbe daan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.

        Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!

        Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil.
        beberapa rahasia agama kristen yang dibongkar yaitu;
        1. setiap paulus hukumnya berganti-ganti undang-undang dan pasal matius juga berubah.
        2. dalam islam tiada surat tebusan dosa, cuma yang ada taubatan nasuha. ketika telah berbuat dosa dan bertaubat serta merasa menyesal tidak mengulangi lagi.
        kemudian kalau agama kristen dosa bisa dibeli berupa surat tebusan dosa. maka uang tebusan dimakan oleh pendeta makanya pendeta perutnya buncing makan uang dosa, pendeta punya mobil mewah di beli dengan uang dari tebusan dasa, pendeta banyak hartanya, rumah, villa,dan sebagainya.
        3. kenapa tuhan kamu salip dinding dengan menggunakan paku 4 inci dan apa salah tuhan kamu. juga tuhan kamu menyerupai manusia itu namanya tuhan bahru bisa diserupakan. kenapa kamu nyanyi didepan tuhan kamu yang kamu salip dan lebih baik kamu nyanyikan di panggung dang dut aja agar terhibur orang-orang.
        4. tuhan kalian ada tiga; thuan papa, tuhan ibu, tuhan anak. misalnya tuhan papa harus hujan sedangkan tuhan ibu inginnya hari ini tidak beleh hujan, dan tuhan anak juga mengatakan hari haru ada angin. maka oleh sebab ketiga perbuatan tuhan itu bertentangan sehingga terjadilah perkelahian.
        5. dalam agama kristen setiap laki-laki dan perempua yang sah dinikahi(bukan muhrim) suka samasuka berbuat layaknya suami istri tidak dikatakan berzina.
        6. mariam/ibu nabi isa, dan juga nabi isa kenapa kamu sebutkan tuhan pada hal itu adalah mahkluk ciptaan AllahSWT.
        7. diwaktu mati kenapa kamu pakek jas, dan kalian pasti tidak bertemu dengan tuhan sebab tuhannya disalip didinding,
        8. dan kenapa harus dengan tanda tambah salip agama kalian yang bahwa paulus kalian mencari melipat ganda omsetnya yang menyembah tuhan dan itu-kan per mainan paulus mengutip pajak dari hasil pendapatan kalian” yang berarti kalian bodoh sudah ditipu oleh poulus, dan masih banyak lagi rahasia-rahasia lain yang belum terbongkar. ingat ini kenyataan sebenarnya yang telah diceritakan oleh pendeta besar kalias yang sudah masuk islam yaitu prof.Dr.ustad yahya waloni.
        9.masak tuhan bisa dibunuh oleh hambanya. dan tuhan macam apa itu?
        10. yang disalib bukan nabi isa,tapi di ambil yang serupa dengan isa yang bernama samiri.

  10. irfan says:

    Situs pengecut komentar saya dihapus dan tidak berani ditanggapi, terbukti yang punya situs dan yang membelanya sama-sama pembohong nomor wahid

    • Situs pengecut komentar saya dihapus dan tidak berani ditanggapi, terbukti yang punya situs dan yang membelanya sama-sama pembohong nomor wahid

      –> Semenjak saya membuka blog ini (sekitar tahun 2009), saya tidak pernah merubah default setting-nya, salah satunya adalah bahwa semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Sehingga saya perlu melakukan login dan approval sebelum komen dapat muncul. Kebetulan sepekan kemarin saya sedang berkonsentrasi menyelesaikan draft thesis sehingga tidak sempat melakukan approval komen di blog, jika tidak percaya silakan cek http://tinypic.com/view.php?pic=4rduvm&s=6 & http://tinypic.com/view.php?pic=2128g1s&s=6, atau langsung ke https://twitter.com/theonlynelly (>> maaf kalo bagian ini tidak penting). Sejak kemarin hingga siang hari ini saya masih banyak kerjaan lain, makanya baru bisa approve dan bales komen ^^

      Bagaimana Anda bisa menyimpulkan bahwa saya pengecut & pembohong? Dan siapakah yang Anda sebut dengan ‘yang membelanya’ itu? Anda belum pernah bertemu saya, belum pernah berbicara dengan saya, tapi sudah bisa mengatakan bahwa saya pengecut dan pembohong. Sungguh hal itu membuat perasaan saya sedikit tergores; tenang aja, ndak banyak kok karena pada dasarnya saya tidak mudah marah ^^

      Tiap agama mempunyai doktrin, dan saya tidak ingin berdebat. Saya hanya menyampaikan apa yang saya percayai (melalui tulisan di blog ini), saya tidak memaksa orang lain yang sudah berkeyakinan bahwa doktrin dari agamanya benar untuk ikut percaya. Dalam Islam-pun tidak ada paksaan kepada umat lain untuk memeluknya (silakan cek http://bit.ly/10xn8Zo) ^^

      Saya bukan orang yang gemar berdebat, patokan saya hanya sabda Nabi saya dan perintah Tuhan saya:

      Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”
      (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

      Allah Ta’ala berfirman:
      “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)
      “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. Al-Kafirun: 1-6)

      Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Sekian ^^

  11. Irfan says:

    JIka anda tidak gemar berdebat mengapa anda mambawa kepercayaan dan keimanan orang lain dan itu memang sudah menjadi typenya orang muslim, gemar mengkritik tapi ngamuk jika dikiritik.

    Anda menyebut contoh Ibnu Sina yang yang dibarat dirubah menhadi Avicena, itukan nama yang dibuat manusia, mengapa anda samakan dengan kitab suci Alquran yang katanya diturunkan langsung oleh Allah SWT, dan mengapa ceritanya berubah, contoh, dalam Alkitab disebut bahwa Samson dikhianati oleh seorang wanita yang bernama Delilah, dan dunia mengakuinya, tetapi ketika dalam Al Quran nama Samson seorang lajang berubah menjadi Syam’un yang mempunyai istri dan kisah delilah sebagai penggoda tidak ada, sekarang siapa yang salah dan berbohong, Alkitabkah atau Alqurankah, coba anda jelaskan dengan alasan yang dan bukti nyata agar saya bisa mempercayainya, terima kasih.

    • JIka anda tidak gemar berdebat mengapa anda mambawa kepercayaan dan keimanan orang lain dan itu memang sudah menjadi typenya orang muslim, gemar mengkritik tapi ngamuk jika dikiritik.

      –> Silakan Anda teliti lagi keseluruhan tulisan yang saya posting; Ctrl+F, ketik kristen/nasrani/injil/bible/bible/alkitab, lalu enter. Apakah Anda menemukan ke-6 kata itu di dalam postingan saya? Tidak kan? Saya sama sekali tidak membawa/mengkritik kitab suci agama lain di dalam postingan tersebut.

      Anda menyebut contoh Ibnu Sina yang yang dibarat dirubah menhadi Avicena, itukan nama yang dibuat manusia, mengapa anda samakan dengan kitab suci Alquran yang katanya diturunkan langsung oleh Allah SWT, dan mengapa ceritanya berubah, contoh, dalam Alkitab disebut bahwa Samson dikhianati oleh seorang wanita yang bernama Delilah, dan dunia mengakuinya, tetapi ketika dalam Al Quran nama Samson seorang lajang berubah menjadi Syam’un yang mempunyai istri dan kisah delilah sebagai penggoda tidak ada, sekarang siapa yang salah dan berbohong, Alkitabkah atau Alqurankah, coba anda jelaskan dengan alasan yang dan bukti nyata agar saya bisa mempercayainya, terima kasih.

      –> Allah memiliki hal prerogatif untuk memberi nama sesuai bahasa dimana kitab sucinya diturunkan (harap diingat kalau saya juga mengimani bahwa Allah menurunkan Zabur, Taurat, dan Injil sebelum menuntaskannya dengan Al-Qur’an). Tentunya dari Zabur ke Taurat atau dari Taurat ke Injil sendiri pasti ada perbedaan nama-nama Nabi yang disesuaikan dengan bahasanya. Kalaupun di Injil kisah Samson & Delilah bisa berubah saat diceritakan dalam Al-Qur’an, wallahua’lam saya tidak tahu. Itu tugas kita untuk mengimani hal yang telah Tuhan Firmankan, seperti yang sudah saya bilang di komen sebelumnya, saya sama sekali tidak memaksakan Anda untuk berbalik menjadi percaya pada hal yang saya yakini. Saya rasa kita semua sudah paham tugas masing-masing; saya sebagai hamba yang memiliki kewajiban berdakwah (baca: menyampaikan yang benar dan melarang yang dilarang Allah) dan Andapun punya kewajiban yang sama dalam agama Anda. Sayapun menulis postingan di halaman saya sendiri, bukan spamming di halaman Anda. Jadi saya rasa seharusnya hal ini tidak akan menjadi masalah. Dan sekali lagi saya tegaskan, saya tidak menggemari debat. Sekian; bagimu agamamu, bagiku agamaku.

      Jika Anda di komen selanjutnya terus saja melanjutkan perdebatan, mungkin nantinya saya akan merasa tidak perlu meladeninya karena bukan tujuan saya untuk menang/kalah dalam balas-balasan ini. Saya menyampaikan kebenaran yang saya yakini; Anda menerima, saya bersyukur; Anda tidak menerima, saya tidak apa-apa. Karena Allah bukan menilai hasil akhir, tapi proses (usaha dakwah) yang saya lakukan ^^

    • dani says:

      Dua puluh pertanyaan berikut menunjukkan bahwa fakta dan Alkitab sama sekali menolak dugaan ketuhanan Yesus:

      1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-ka n umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?

      Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.

      2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?

      Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

      3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?

      Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611)

      4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah/Bapa?

      Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)

      5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Bapa?

      Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:41-44)

      6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?

      Lalu ia (Pontius Pilatus) membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokka n Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokka n Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (Matius 27:26-31)

      7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?

      Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaik at di sorga tidak, dan Anak (Yesus) pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

      8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?

      …Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:37-39)

      9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?

      Firman TUHAN datang kepadaku (Yeremia), bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:4-5)

      10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?

      ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

      11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?

      Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)

      12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?

      Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)

      Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)

      13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?

      Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.

      14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?

      “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perint ah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)

      Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Matius 8:3-4)

      Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya , kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbu atan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)

      Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perem puan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya . Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:4-7)

      15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)

      Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaa n mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58)

      Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:63-68)

      16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

      Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)

      Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)

      17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

      Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

      18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?

      Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

      Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18)

      19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).

      Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. ” (Ibrani 7:3)

      20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?

      Tak satupun dari keempat Injil Kristen – Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes – ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbe daan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.

      Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!

      Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil.
      beberapa rahasia agama kristen yang dibongkar yaitu;
      1. setiap paulus hukumnya berganti-ganti undang-undang dan pasal matius juga berubah.
      2. dalam islam tiada surat tebusan dosa, cuma yang ada taubatan nasuha. ketika telah berbuat dosa dan bertaubat serta merasa menyesal tidak mengulangi lagi.
      kemudian kalau agama kristen dosa bisa dibeli berupa surat tebusan dosa. maka uang tebusan dimakan oleh pendeta makanya pendeta perutnya buncing makan uang dosa, pendeta punya mobil mewah di beli dengan uang dari tebusan dasa, pendeta banyak hartanya, rumah, villa,dan sebagainya.
      3. kenapa tuhan kamu salip dinding dengan menggunakan paku 4 inci dan apa salah tuhan kamu. juga tuhan kamu menyerupai manusia itu namanya tuhan bahru bisa diserupakan. kenapa kamu nyanyi didepan tuhan kamu yang kamu salip dan lebih baik kamu nyanyikan di panggung dang dut aja agar terhibur orang-orang.
      4. tuhan kalian ada tiga; thuan papa, tuhan ibu, tuhan anak. misalnya tuhan papa harus hujan sedangkan tuhan ibu inginnya hari ini tidak beleh hujan, dan tuhan anak juga mengatakan hari haru ada angin. maka oleh sebab ketiga perbuatan tuhan itu bertentangan sehingga terjadilah perkelahian.
      5. dalam agama kristen setiap laki-laki dan perempua yang sah dinikahi(bukan muhrim) suka samasuka berbuat layaknya suami istri tidak dikatakan berzina.
      6. mariam/ibu nabi isa, dan juga nabi isa kenapa kamu sebutkan tuhan pada hal itu adalah mahkluk ciptaan AllahSWT.
      7. diwaktu mati kenapa kamu pakek jas, dan kalian pasti tidak bertemu dengan tuhan sebab tuhannya disalip didinding,
      8. dan kenapa harus dengan tanda tambah salip agama kalian yang bahwa paulus kalian mencari melipat ganda omsetnya yang menyembah tuhan dan itu-kan per mainan paulus mengutip pajak dari hasil pendapatan kalian” yang berarti kalian bodoh sudah ditipu oleh poulus, dan masih banyak lagi rahasia-rahasia lain yang belum terbongkar. ingat ini kenyataan sebenarnya yang telah diceritakan oleh pendeta besar kalias yang sudah masuk islam yaitu prof.Dr.ustad yahya waloni.
      9.masak tuhan bisa dibunuh oleh hambanya. dan tuhan macam apa itu?
      10. yang disalib bukan nabi isa,tapi di ambil yang serupa dengan isa yang bernama samiri.

  12. Irfan says:

    Baiklah jika anda tidak ingin berdebat dan menanggapi tulisan saya, melalui web ini saya ingin menanyakan beberapa hal kepada Sdr. Bambang yang sudah membawa-bawa kristen dalam tulisannya :
    Mengapa Allah SWT yang menciptakan seluruh umat manusia begitu kejam sehingga dia memprbolehkan orang yang murtad halal dibunuh, artinya orang islam tidak boleh pindah agama, darah kafir halal untuk ditumpahkan, jangan memilih pemimpin dari kalangan nasrani dan yahudi, seperti kita ketahui, bahwa kita lahir tidak bisa menentukan dirinya itu mau lahir sebagai islam, kristen, budha, hindu, dll, mengapa hanya karena ada orang yang tidak seakidah Tuhan marah dan mengizinkan umatnya saling bunuh, apakah Allah SWT itu adalah tuha yang benar, atau hanya karangan Muhammad belaka.

    islam sering mnegharamkan ikut merayakan Natal yang menjadi tanggal kelahiran yesus kristus karena salah satu alasannya adalah bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, tetapi mengapa umat islam merayakan Maulid Nabi yang sampai sekarang tanggal kelahirannya masih pro kontra.

    Kemudian masalah perndirian rumah ibadah, sering sekali gereja ditutup dengan alasan klise tidak punya IMB, padahal dinegara kita ini banyak sekali mesjid berdiri tanpa IMB, wong membangunnya aja pake uang sumbangan dari minta-minta dijalan-jalan.

    Islam gemar mengkritik agama lain, tapi ngamuk jika dikritik, mengapa bisa begitu. terima kasih

    • Baiklah jika anda tidak ingin berdebat dan menanggapi tulisan saya, melalui web ini saya ingin menanyakan beberapa hal kepada Sdr. Bambang yang sudah membawa-bawa kristen dalam tulisannya :
      – Mengapa Allah SWT yang menciptakan seluruh umat manusia begitu kejam sehingga dia memprbolehkan orang yang murtad halal dibunuh, artinya orang islam tidak boleh pindah agama, darah kafir halal untuk ditumpahkan

      –> Darimana Anda bisa berkesimpulan seperti itu sedangkan Anda tidak mengetahui ilmunya? Silakan baca http://www.konsultasisyariah.com/wajibnya-memerangi-setiap-orang-kafir/ dengan lengkap dan cari di bagian mana Allah MENYURUH membunuh setiap orang kafir? Saya lampirkan disini:

      Pertama
      Pertanyaan ‘Apakah semua orang kafir halal darahnya pada saat ini, baik yang sudah sampai dakwah padanya ataupun belum?’, maka jawabannya, “Tidak, tidak setiap orang kafir halal darah dan hartanya.”
      Orang kafir itu terbagi menjadi dua kelompok:
      * Kelompok pertama: kafir yg tidak memerangi umat Islam
      1. Kafir mu’ahad yaitu orang kafir yang menjalin perjanjian antaradirinya dengan kaum muslimin untuk tidak saling berperang dalam rentang waktu yang sama-sama telah disepakati. Sebagaimana perjanjian yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan kafir Mekah untuk tidak berperang selama sepuluh tahun, dalam perjanjian Hudaibiyah.
      2. Kafir zhimmi yaitu mereka yang hidup di negara-negara Islam, maka antara mereka dan umat Islam terikat akad dzimmah.
      3. Kafir musta’man, yaitu mereka yang masuk negara Islam dengan jaminan keamanan. Seperti: pebisnis yang masuk ke negeri Islam dengan tujuan perdaganan atau sebab lainnya. Demikian juga orang-orang yang mendapatkan visa untuk masuk negeri Islam sebagai jaminan keamanan untuknya, maka mereka berhak mendapat pembelaan dan tidak boleh dizalimi.
      * Kelompok kedua: kafir yg memerangi umat Islam. Maka tidak ada istilah perjanjian, jaminan keamanan, dan zhimmah antara umat Islam dengan mereka. Inilah yang dikategorikan halal darah dan hartanya.

      Imam Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya ketika menafsirkan
      “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An’am: 151).
      Ayat ini melarang membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah baik dari kalangan kafir musta’man atau kafir mu’ahad kecuali dengan sebab yang dapat dibenarkan.” (Jami’u Al-Ahakami Alquran, 7:134).
      Syaikh Sa’di mengatakan, “(yang dimaksud ayat tersebut adalah) membunuh orang-orang Islam, laki-laki atau perempuan, tua atau muda, orang baik atau jahat, dan orang kafir yang telah dilindungi dengan perjanjian. (Tafsir As-Sa’di, Hal.257).
      Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu telah didapati dalam perjalanan 40 tahun.” (HR. Bukhari no.3166).
      Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Maksudnya adalah siapa yang memiliki perjanjian dengan orang Islam, baik itu dikategorikan akad jizyah, gencatan senjata, atau jaminan keamanan dari seorang muslim.” (Fathu Al-Bari, 12: 259).

      Kedua
      Yang menegakkan hukuman terhadap orang yang murtad atau mu’ahad yang menyelisihi perjanjian adalah penguasa atau yang diserahi kewenangan (bukan ustadz, kiyai, ketua kelompok, ormas dsb.) bukan hak setiap orang yang bisa beresiko memunculkan kerusuhan dan membuka pintu kejelekan serta bencana.
      Ibnu Muflih mengatakan, “Tidak boleh membunuh orang tersebut kecuali pemimpin negara atau yang diserahi kewenangan olehnya baik dari kalangan merdeka maupun budak menurut pendapat mayoritas ulama.” (Al-Mubdi’, 9:175).
      Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Tidak boleh bagi seseorang untuk membunuhnya –orang murtad- walaupun status si murtad ini halal darahnya. Karena eksekusi tersebut merupakan hak pemimpin dan juga eksekusinya dapat menyebabkan kekacauan antar orang (apabila diserahkan pada yang tidak berwenang). Dengan alasan inilah, tidak boleh diserahkan kasus ini kecuali hanya pada kepala negara atau yang diserahi wewenang. (Syahrul Mumti’, 14:455).

      ketiga
      Ada perbedaan antara vonis kafir yang sifatnya umum (takfir mutlak) atau vonis kafir yang sifatnya individu tertentu (takfir mu’ayyan). Apabila diterapkan vonis kafir terhadap individu, maka harus terpenuhi syarat-syarat dan bebasnya individu tersebut dari hal-hal yang menghalangi jatuhnya vonis.
      Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sesungguhnya teks-teks yang bernada ancaman di dalam Alquran dan sunah dan keterangan-keterangan dari para ulama mengenai vonis kafir, fasik, dan semacamnya tidak tertuju kepada individu kecuali terdapat syarat-sayarat vonis dapat dijatuhkan dan bebasnya orang tersebut dari penghalang-penghalangnya. Tidak ada perbedaan dalam permasalahn ini, baik masalah pokok atau pun masalah yang bersifat furu’iyah (cabang). (Majmu’ Fatawa, 10:372).
      Contohnya adalah siapa yang mengatakan demikian dan demikian (perkataan-perkataan yang bisa membuat seseorang jadi kafir) maka dia telah kafir. Akan tetapi jika dihadapkan dengan individu tertentu yang mengatakan perkataan kufur atau melakukan suatu perbuatan kufur, maka wajib adanya verifikasi dalam menghukuminya. Bisa jadi orang tersebut tidak mengetauhi hal itu atau salah dalam menafsirkan, atau bisa jadi dia dipaksa melakukan hal itu. Hal ini dapa menghalangi seseorang dari vonis kafir, meskipun ia mengatakan atau berbuat sesuatu yang mengandung kekufuran.

      Kesimpulannya, masalah vonis kafir dan menghalalkan darah seseorang bukanlah masalah yang ringan. Perlu adanya pembahasan dan ilmu yang mendalam sebagai wujud kehati-hatian dalam permasalahan ini. Tidak seperti apa yang kita saksikan akhir-akhir ini, seseorang yang masih sangat hijau dalam masalah keislaman sudah berani menjatuhkan vonis kafir tanpa mengetahui kaidah-kaidahnya. Hendaknya kita berhati-hati dan selalu menimbang maslahat dan madarat sesuai dengan kaidah syariat serta tidak menyepelekan nasihat-nasihat ulama-ulama rabbani. Mudah-mudahan Allah selalu menunjuki kita dan memperbaiki keadaan Islam dan kaum muslimin.

      (Diterjemahkan dan disunting dari: http://www.islamqa.com/ar/ref/107105)

      Bagaimana? Saya balik tanya, di bagian mana Allah memudahkan ‘pembunuhan’ terhadap non-Muslim?

      Mengenai hukum bunuh bagi orang murtad adalah benar, berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijmaa’ para ulama (selengkapnya: http://abul-jauzaa.blogspot.kr/2012/04/hukum-bunuh-bagi-orang-yang-murtad.html).

      Tapi perlu Anda ingat, seperti yang telah penulis sampaikan pada kedua postingan situs di atas, hukum syariah baru bisa dilaksanakan ketika telah ada penguasa/pemerintah (dalam artian, khalifah telah ditegakkan). Silakan lihat contoh di http://almanhaj.or.id/content/3132/slash/0/syariat-hukum-potong-tangan/, hukum potong tangan yang merupakan salah satu tindakan yang diterapkan saat khalifah telah tegak juga tidak begitu saja dilakukan, banyak syarat yang harus dipenuhi sebelum hukuman itu ditetapkan, tidak asal setiap pencuri dipotong tangannya. Jika saja ini diterapkan, tentu tidak akan ada lagi koruptur yang memakan uang rakyat dan merugikan negara. Anda harusnya setuju dengan hal ini.

      Dan Islam adalah agama yang rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin), Allah itu maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Penyayang (Ar-Rahim), tidak seperti yang Anda sebutkan. Saya ambilkan contoh dari http://asysyariah.com/al-wala-wal-bara-dan-kelembutan-islam.html, tidak ada pertentangan antara akidah al-wala’ wal bara’ (kecintaan dan sikap loyal kepada Allah, Rasul-Nya, dienul Islam, dan para pemeluknya dari kalangan kaum muslimin, dan membenci segala sesuatu yang diibadahi selain Allah) dengan prinsip Islam yang menjunjung tinggi sikap toleransi, kasih sayang, dan kelembutan. Keduanya adalah bagian dari agama Allah (Islam). Islam adalah agama yang berlandaskan keadilan dan pertengahan antara sikap berlebihan (ghuluw) dan sikap meremehkan serta menganggap enteng. Anda mungkin pernah mendengar bahwa Nabi Muhammad setiap pagi menyuapi seorang Yahudi buta yang sepanjang hidupnya terus mengolok Muhammad, yg tdk lain adalah orang yg menyuapinya. Apakah bagi Anda itu belum cukup menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang penuh kasih sayang?

      – jangan memilih pemimpin dari kalangan nasrani dan yahudi

      –> Kami mengimani perintah Allah dalam FirmanNya:
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)
      “Dan Allah sekali-kali tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 141)

      Mengapa Allah memerintahkan seperti itu? Wallahua’lam, pengetahuan saya belum sampai sana. Yg pasti, segala perintah Allah pasti ada faedahnya, walaupun tersembunyi.

      – seperti kita ketahui, bahwa kita lahir tidak bisa menentukan dirinya itu mau lahir sebagai islam, kristen, budha, hindu, dll, mengapa hanya karena ada orang yang tidak seakidah Tuhan marah dan mengizinkan umatnya saling bunuh, apakah Allah SWT itu adalah tuha yang benar, atau hanya karangan Muhammad belaka.

      –> Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim bersabda, “Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” yang berarti sudah jelas bahwa setiap anak manusia lahir dalam keadaan Islam walaupun memiliki orang tua non-Muslim. Bagi orang-orang yang mau mencari kebenaran yang datang dari Tuhannya, akan dimudahkan olehNya sehingga dapat kembali ke dalam Islam; beberapa diantaranya: M. Syafi’i Antonio, Irena Handono, Felix Siauw, Insan Mokoginta, dll.
      Misalkan Anda berkata, “Banyak juga orang Islam yang murtad. Kalau sudah Tuhan berkehendak, siapapun tidak bisa mencegahnya. Jadi biar bagaimanapun Islam melarang/mencegah orang murtad, kalau sudah Tuhan yang menentukan, kita seharusnya tidak usah ribut atau protes maupun marah.”
      Kalau memang begitu logikanya, biar bagaimanapun Islam mencegah/melarang murtad, kalau Tuhan berkehendak – seperti kata Anda – , Anda seharusnya gak perlu marah jika dipukul orang. Anda juga tidak perlu marah jika ada orang memperkosa ibu Anda (na’udzubillah). Anda pun tidak perlu marah kalau ada yang korupsi. Toh, Tuhan sudah berkehendak begitu. Mau pake logika yang macam begitu?

      Dan sungguh Allah tercela dari apa yang Anda katakan. “Hanya milik Allah asmaa-ul husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7]:180)
      Jika Anda seorang pemeluk Kristen, Allah jua lah Pencipta “Tuhan” Anda. “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (Ingatlah) di waktu Aku mengajarimu menulis, hikmah, Taurat dan Injil. Dan (ingatlah pula) di waktu kamu menjadikan dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniupnya. Lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (Ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (QS. Al-Ma`idah [5]: 110)

      Ohya, Anda ini bertanya melulu, tapi pertanyaan saya tidak ada yang dijawab. Jika Anda terus berkata buruk mengenai ini dan itu dalam Islam, silakan Anda baca dulu http://felixsiauw.com/home/aku-dan-islam/. apakah Anda banyak bertanya kpd pemeluk agama lain karena Anda tidak boleh banyak bertanya mengenai agama Anda sendiri?

      “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”.
      Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.
      Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.

      Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerita tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita. Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu “Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!”. Ustadz muda itu berkata “Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja” lalu dia menambahkan “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa” lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:
      Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
      Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”
      Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (QS. Al-Baqarah [2]: 23)
      Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya. Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”. Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz muda itu menjawab “Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka”
      “Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!” sata menyimpulkan.
      “Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat” tegas ustadz muda itu.

      (Felix Siauw)

      *

      islam sering mnegharamkan ikut merayakan Natal yang menjadi tanggal kelahiran yesus kristus karena salah satu alasannya adalah bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, tetapi mengapa umat islam merayakan Maulid Nabi yang sampai sekarang tanggal kelahirannya masih pro kontra.

      –> Merayakan Natal sama halnya kami mengakui Nabi Isa sebagai Tuhan, naudzubillah. Kami tidak akan menukar keyakinan kami dengan ancaman kata-kata kalian yang berkata kami tidak toleransi. Anda yang seharusnya toleransi & menghargai bahwa kami tidak bisa mengucapkan hal tersebut. Wong kami hari raya aja nggak minta dikasi selamat oleh kaum Anda, kalian sendiri yang ngasi selamat dengan tujuan agar kami membalasnya di hari raya Anda. dan Nabi Isa tidak pernah meminta hari lahirnya dirayakan, silakan Anda cari tahu sendiri kapan pertama kali Natal dirayakan, apakah dari Nabi Isa atau dari manusia yang mengangkatnya sebagai Tuhan. Dan Nabi Muhammad pun tidak pernah merayakan hari lahirnya, di jaman sepeninggalnya (sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in) pun tidak merayakan hari lahir beliau, baru-baru ini saja ada istilah Maulid. Pro kontra bukan urusan Anda, sekali lagi silakan baca tulisan ustadz Felix Siauw di atas yang menjelaskan perbedaan Islam dengan Muslim.

      *

      Kemudian masalah perndirian rumah ibadah, sering sekali gereja ditutup dengan alasan klise tidak punya IMB, padahal dinegara kita ini banyak sekali mesjid berdiri tanpa IMB, wong membangunnya aja pake uang sumbangan dari minta-minta dijalan-jalan.

      –> “sering sekali gereja ditutup” kata Anda? Hanya gereja Yasmin saja Anda bilang sering, sungguh berlebihan. Silakan baca http://news.fimadani.com/read/2013/03/02/bijaknya-jusuf-kalla-bicara-soal-toleransi-masjid-dan-gereja/, akan saya paste disini sebagian:
      Jusuf Kalla bercerita bahwa beliau baru saja memberi sambutan dalam Konferensi Gereja di Makasar di hadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang kasus gereja Yasmin Bogor.
      Beliau jawab, “Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih. Pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid. Kenapa urusan 1 gereja ini Anda sampai bicara ke seluruh dunia?”
      Jusuf Kalla kemudian juga ditanya, “Mengapa di kantor-kantor mesti ada masjid?”
      Dengan tegas, mantan Wakil Presiden itu menjawab, “Justru ini dalam rangka menghormati Anda. Jumat kan tidak libur, Anda libur hari minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, ibadah Jumat cuma sekali. Kalau Anda tidak suka ada masjid di kantor, apa Anda mau hari liburnya ditukar, Jumat libur, Minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen.“

      Silakan pake alasan IMB atau apa, Anda semestinya berkaca dulu sebelum komentar. Rasulullah tidak pernah menyontohkan minta-minta uang di jalan, jadi kalau Anda pake alasan itu terus ya sudah saya tau tujuan Anda hanyalah menjelek-jelekkan Islam.

      Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Islam tidak akan hina meskipun Anda terus mencacinya.

  13. ahmad says:

    Saya tambahkan dikit, sedikit men “simple”-kan jawaban.

    Setiap hukum Syariah dalam islam itu bersifat pertalian, sistem dan berhubungan satu sama lain, artinya tidak boleh menyelisihi satu hukum walau satu hukum lainnya tidak diselihi (jika ada dua hukum berkaitan)

    Oke masuk ke inti:
    Hukum islam itu, seperti hukum dewasa ini dibagi dua ranah ranah pidana dan perdata. Dua-duanya harus dipatuhi.
    Pertama darah murtad itu halal >>> benar, tapi perlu diingat statusnya bukanlah wajib tapi halal (boleh), dan ini baru wilayah individual, bukan konteks negara.
    Premis kedua halal dibunuh >>> eksekusi???

    Nah ini yang harus dikaji, pertama penjatuhan hukuman adalah masuk ranah pidana. Berarti hukumnya ditentukan oleh Ulil Amri (penguasa). Nah dalam islam, masalah ini (pidana) diwajibkan tunduk pada keputusan penguasa (selama tidak mewajibkan melakukan yang haram,dan mengharamkan yang wajib, ingat wilayah mubah itu masih wilayah diperbolehkannya hukum manusia)

    Nah jika hukum penguasa adalah tidak boleh membunuh murtad, maka terjadi hukum pidana yang mengikat kaum muslim, yaitu menjadi haram. Jika melanggar hukum ini (membunuh murtad), maka muslim dihukumi sebagai Khawarij, yaitu pembangkang.

    So dalam hukum syariah itu ada 5, wajib, sunnah, mubah/boleh, makruh dan haram. Dan wilayah Ulil Amri dan hukum manusia diperbolehkan dalam wilayah mubah/boleh. Hukum pelarangan atas satu hal yang bersifat mubah oleh Penguasa/Ulil Amri, wajib diikuti oleh kaum muslimin.

  14. Rachlan Allan says:

    Subhanallah, maha suci Allah dg segala firman-Nya..Pada kesempatan ini sy hanya ingin menengahi, masalah agama adalah masalah keyakinan pribadi dengan penciptanya dan BENAR menurut masing-masing pemeluknya..Sebagai orang beragama tidaklah baik saling mencaci maki satu degan lainnya, krn hingga akhir dunia TIDAK AKAN PERNAH KETEMU MUARANYA..Sebagai seorang Muslim sy hanya menghimbau kpd kaum Nasrani, tidaklah baik saudara mencaci maki kami, demikian juga sebaliknya bagi Muslimin, tidak usah mencaci maki kaum Nasrani atau lainnya karena hal tersebut tdk bermanfaat sama sekali dan tidak akan mendapatkan pahala dari Allah dari prilaku tersébut..Yakinilah bahwa semua agama itu baik dan jalankan semua ajarannya dg cara yang baik untuk menuju tujuan yang baik mencari ridla-Nya..Caci maki hanya akan menghabiskan energi masing” fihak tanpa ada satupun pemenang dan Iblis tertawa diatas Singgasananya..biarlah Allah yang menentukan agama mana yang Dia ridlo’i..Hal itu akan kita ketahui saat dihari Pengadilan kelak..dan jangan kita jadi Pahlawan Agama karena Allah tidak perlu hal itu..yang Ia perlukan adalah orang ya meng”IMANI” Dia yang ditunjukkan dg Prilaku dan Tindakan dalam kesehariannya..jadilah seorang Muslim yg baik dg tatacara Muslim, jadilah seorang Kristiani yg baik dg tatacara Kristen, juga Budha, Hindu dan lainnya..:-)FANATIK itu suatu keharusan dan jauhi FANATISME krn itu adalah jalannya Setan..Beragamalah dengan hati dan jangan beragama dengan fikir, karena Egoisme adalah wujud dari kesesatan berfikir”..salam buat Mas Irfan, kaum Kristiani dan ummat beragama sédunia lainnya yang saya hormati..wsslam.

  15. muslimin says:

    silakan sja anda terus menyangkal, mengingkari dan mendustakan ayat2 Al-Qur’an! Kita lihat siapa yg akan tertawa d akhir cerita (hari kiamat). Anda atau mu’min. Apa anda tau kpan anda mati? Bisa sja satu jam k dpan, besok, atu lusa. Apa anda tau apa yg akn slanjutnya trjadi ssudah anda mati? Kalau khidupan manusia hnya brakhir dngan kmatian sja, alangkh tdk serunya khidupan slama ini. Ada hdup yg ssungguhny nanti. Alam smesta ini pasti ada yg mnciptaknnya. Ga mngkin skonyong2 ada. Dan tdk mngkin tuhan2 anda yg mnciptakannya. Bhkan tuhan anda tdk mungkin mampu menciptakan seekor lalat pun. Wong tuhan anda sja bisa mati. Masa ada tuhan mati.

  16. dudi says:

    Berikut adalah kisah inspiratif islami ketika ustadz felix siauw mencari kebenaran tentang agama islam. yang diceritakan dalam blognya felixsiauw.com. semoga bermanfaat.
    “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”.

    Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.
    Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.

  17. bsdrajad says:

    Luar biasa, pencerahan bagi saya atas diskusi diatas, terimakasih dan terus berjihad demi islam.

  18. anca wiraatmadja says:

    bagi saya yg seorang muslim alquran adalah pedoman hidup yg paling benar…bagi anda yg punya kepercayaan lain ya silahkan saja percaya kepada apa yg di yakini anda itu benar…tinggal lihat saja nanti,..mana yg akan diselamatkan dan mana yg akan kekal di dalam neraka. :)

    Semoga allah SWT slalu memberikan hidayah dan ampunan bagi manusia yg melakukan kesalahan

  19. ayya suwandoko says:

    Itulah azab bagi mereka, maha besar Allah. Subhanalah, al-Qur’an memang BENAR & tentu bukan berisi kebohongan !!

  20. Hergi says:

    Kisah kehancuran kota sodom dan gomorah mirip dengan kehancuran kota Pompeii dan Herculaneum, dimana penduduk kedua kota tersebut melakukan kemaksiatan yg sama dengan penduduk Sodom dan Gomorah. Sampai saat ini letak kota sodom dan gomorah masih belum ditemukan dan masih terjadi perselisihan antara ahli arkeologi letaknya secara pasti. Kota Pompei dan Herculaneum memiliki peradaban yg tinggi pada saat itu. Dalam sejarah kenabian tak ada satu kota pun yang telah memiliki peradaban yg tinggi yg tidak didatangi utusan (rasul), contohnya : kerajaan babylonia diutus nabi Ibrahim as, Firaun di mesir diutus Musa as, Kaum ad dan tsamud yg memiliki peradaban tinggi diutus nabi Hud as dan Salih as. Menilik kisah hancurnya kota Pompeii dan Herculaneum bukan tidak mungkin nabi Luth as yg diutus kesana, karena nabi Luth as sebenarnya bukanlah penduduk asli kota sodom dan gomorah, jadi mungkin sekali sodom dan gomorah adalah nama lain dari Pompeii dan herculaneum. Namum semua ini hanyalah dugaan saya, dimana hanya ALLAH SWT yg maha tahu dan pastinya letak kedua kota yg telah dihancurkan tersebut. Wallahualam…..

  21. masy0y0k says:

    Sebenarnya sodomi itu tidak selalu identik dengan homoseksualitas. Yang heteroseksual, termasuk yang berperilaku ‘normal’ sekalipun dapat juga mempraktekkan sodomi ini. Begitu juga soal ditimpakannya adzab kepada kaum sodom dan gomorah itu, bukan karena kecenderungan homoseksualnya, tetapi karena “sikap melampaui batasnya”. Ini perlu dicatat! Kaum nabi Luth itu memiliki kebiasaan buruk, yaitu berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk dalam hal melampiaskan nafsu syahwat. Nah, kebiasaan yang suka berlebih-lebihan inilah yang mengantarkan mereka pada perilaku yang melampaui batas itu, di mana dalam melampiaskan nafsu syahwatnya adalah kepada sesama jenis, dengan menyodomi lagi. Malahan malaikat utusan Allah yang menampakkan diri sebagai laki-laki yang tampan, yang sebenarnya dimaksudkan sebagai ujian bagi mereka, diganggu juga! Ya sudah, adzablah akhirnya yang menimpa. Adapun kecenderungan homoseksual, tidak ada adzab, asalkan tidak diiringi dan ditindaklanjuti dengan sikap melampaui batas seperti kaumnya nabi Luth itu. Mereka itu, yang memiliki kecenderungan homoseksual dan tidak mengiringinya dengan sikap melampaui batas, sebenarnya adalah orang-orang yang perlu kita arahkan, bimbing, dan bina agar mereka kembali pada kodrat yang sebenarnya: laki-laki ya berperilaku seperti laki-laki, perempuan ya berperilaku seperti perempuan, laki-laki mestinya hasrat pada perempuan, dan sebaliknya juga perempuan mestinya hasrat pada laki-laki. Mereka juga perlu kita beri pengertian, terutama yang masih remaja, bahwa menyalurkan hasrat biologis yang benar itu ya sesuai kodratnya juga, selain itu melalui jalan yang diridhloi Allah swt pula, yaitu melalui pernikahan. Demikianlah comment saya. Semoga bermanfaat.

  22. masciput says:

    Berawal dari tayangan di televisi sore ini mengenai “Sodom dan Gomorrah”, saya penasaran nyari ke google. Pencarian nyangkut di blog ini. Namun bukan itu intinya tetapi, apa yang saya tangkap dari diskusi diatas, menyentil saya betapa ceteknya diri ini. Harus banyak belajar lagi.

    Salam.

  23. fenny says:

    saya sangat senang dan bersyukur kpd allah krna tlah mnambah ilmu dan wawasan saya mengenai kota sodom ini dan ditambah lagi dapat ilmu melalui koment2 diatas… pada intinya saya harus lebih banyak belajar mengenai islam secara benar.

  24. ratna juli yanti says:

    Subhanallah …
    Semoga bermanfaat.

  25. […] sama? Yang beda cuman medianya. Jaman dulu ga ada internet. Produknya mah sama aja. Tuh di kota kaum Sodom, emang patung ama pahat-pahatannya ga porno semua? PRODUKNYA SAMA […]

  26. Vandhy Ely says:

    وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

    Walaa tujaadiluu ahlal kitaabi ilaa biillatii hiya ahsanu ilaal-ladziina zhalamuu minhum waquuluu aamannaa biil-ladzii unzila ilainaa wa-unzila ilaikum wa-ilahunaa wa-ilahukum waahidun wanahnu lahu muslimuun (QS.AL-Ankabut.29:46)

    Artinya:

    Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: ‘Kami telah beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada kami, dan yang diturunkan kepadamu
    (Taurat dan Injil); Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Wahid (satu) dan kami hanya kepada-Nya berserah diri’.” – (QS.AL-Ankabut.29:46)

    So untuk bro2 yg diatas cukup sudah debatnya kalau lawannya orang yang memang hanya ingin mengdzalimi agama kita (Islam). Tuhan dia Juga Allah kok. Sekarang kembali ke Laptop kata Mas TukuL alias konteks awal pembicaraan Yakni “SODOM..”

    Lihat berita di TV ga beberapa bulan belakangan ini mengenai kasus sodomi anak di Jakarta International School (JIS) dan di beberapa daerah lainnya di Indonesia.
    Saya lebih terfokus pada kasus emon “si predator anak” di Sukabumi. Korbannya lebih dari seratus anak laki-laki. Ternyata klo di telusuri history masa kecil Emon, dia juga adalah korban pedofil seorang pria dewasa bersama dua teman emon yang juga jadi korban pada saat itu. Berdasarkan penelitian ilmu psikologi menyatakan bahwa sebagian besar anak laki-laki yang menjadi korban sodomi akan mempengaruhi orientasi sexnya ke arah yang menyimpang/tidak normal atau dengan kata lain mereka juga akan menjadi bibit-bibit pelaku sodomi masa mendatang.

    Yang menjadi pertanyaan besar iyalah, Jika seorang emon saja yang notabene adalah mantan korban sodomi anak bisa menyodomi lebih dari seratus anak laki-laki,

    BAGAIMANA DENGAN SERATUS ANAK KORBAN SODOMI EMON YANG BERPOTENSI MEMILIKI KECENDERUNGAN ORIENTASI SEX YANG MENYIMPANG DAN BISA SAJA MENJADI PELAKU-PELAKU SODOMI MASA DEPAN…..

    (Sorry bro n sis ga pake tanda tanya soalx keyboard gue utk tombol tanda tanya rusak)

    Hal ini bisa menjadi indikasi lahir dan berkembangnya kaum sodom modern yang biadap di negeri beradap INDONESIA…….

    Ayo bro n sis pikirkan jalan keluarnya, jng hanya beradu argumen di blog internet tapi realisasikan dengan sebuah gerakan yang mencegah lahirnya bibit-bibit pelampau batas yang mendapat Laknatullah ( Laknat Allah SWT).

    Klo memang serius gue mau Join demi masa depan bangsa.
    Call me: 082333682329 hehe 357x :-P
    FB: Yusuf Al-Kahfi

    Realisasikan dengan hal yang positif dan tetap berada pada Jalan Allah Aza WaJalla.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: