i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Tanda-tanda Kekuasaan Allah: Gunung, Lapisan Bumi, Gempa

on 3 October 2010

Dalam kurun waktu sepekan terakhir dilaporkan beberapa daerah di Indonesia diguncang gempa. Dalam aplikasi Gempaloka (http://loka.7langit.com) bahkan sejak 30 September hingga 1 Oktober tercatat telah terjadi sembilan kali gempa yang tersebar di Maluku, Bali, Sekitar Aceh dan Irian Barat.

Penemuan sains menunjukan bahwa lapisan atas bumi (litosfir dan selubung bumi) akan selalu mengalami pergesaran dan pergerakan. Penyebabnya adalah adanya sumber panas yang sangat hebat yang berasal dari lapisan dalam bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan dan unsur-unsur mineral menjadi cair dan berbagai macam gas terperangkap di dalam magma tersebut. Magma yang panas ini akan memuai lalu naik keatas mendesak lempeng dan kerak bumi, hingga menyebabkan lempeng-lempeng itu saling menjauh.

Ditengah pergeseran-pergeseran lempeng bumi seperti itu, Gunung menjalani perannya melindungi bumi dari goncangan yang disebabkan oleh gempa atau menstabilkan goncangan yang diakibatkan oleh gesekan, patahan dan tekanan dari lempeng-lempeng tektonik.

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau. “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS Al Anbiya:31)

Jelas sekali dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ilmuwan, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.

Dalam ayat lainnya, peran gunung sebagai ‘pelindung’ bumi diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai ‘pasak': “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS An Naba:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Dalam sebuah ayat, Allah berfirman bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak. “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS An Naml:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. (sebagaimana telah disinggung kemarin). Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan menemukan bahwa benua-benua menyatu pada masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauh.
Sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: Dalam kalamNya, Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah ‘continental drift’ atau ‘gerakan mengapung dari benua’ untuk gerakan kerak bumi ini. Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini telah dinyatakan dalam Al Qur’an jauh sebelum ilmu pengetahuan mampu menyimaknya.

Sungguh Maha Besar Allah. Tiada sia-sia yang diciptakanNya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal; (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka tetap memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungi kami dari azab neraka”. (QS Ali Imran:190-191)

(Sumber: Rahamanhadiq; keajaibanalquran.com)

Taken from: Aplikasi Teman Ibadah for BlackBerry

About these ads

One response to “Tanda-tanda Kekuasaan Allah: Gunung, Lapisan Bumi, Gempa

  1. iwan says:

    semua umat muslim sadar bahwa bencana adalah suatu teguran dari allah untuk menyadarkan diri kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: