i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Alangkah Lucunya Negeri Ini (yang miris)

on 31 October 2010

Film ini dibuka dengan adegan sang pemain utama, yang bernama” Muluk”, yang berjalan kaki melewati pasar saat sedang mencari pekerjaan. Gelar Muluk yang seorang Sarjana Manajemen ternyata tidak membuatnya mudah untuk mencari pekerjaan. Saat di pasar, tidak sengaja Muluk menemukan “kejadian-kejadian luar biasa” (ada beberapa namun tidak akan saya ceritakan disini), salah satunya adalah komplotan copet cilik yang beraksi bahu-membahu. (Lho?? :D)

Cerita bergulir, dilanjutkan dengan perjuangan Muluk yang penuh liku-liku mendidik komplotan copet itu untuk mau meninggalkan dunia haram mereka untuk berubah menjadi pengasong. Tapi ternyata eh ternyata, jadi pengasong pun tetap “haram”, dengan dikejar-kejarnya pengasong-pengasong cilik itu oleh *** (cencored) di menit-menit terakhir film. Bagaimana endingnya? Miris, lihat saja sendiri ya.


One response to “Alangkah Lucunya Negeri Ini (yang miris)

  1. […] harus mengimpor bahan pangan atau apapun dari negara lain? Kemana kekayaan kita berujung? Sudahkah pasal 34 ayat 1 dalam UUD 1945 diterapkan? Ya, kita harus mengakui bahwa negara kita masih sakit dan berusaha menyembuhkannya, daripada […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: