i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Hati-hati Menyebarkan Berita Hoax

on 24 December 2010

Suatu hari, sy menerima broadcast message (BM) dari salah satu contact, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya, red) yang isinya begini:

”Pertolongan Pertama pd serangan jantung. Misalnya saat sekarang pk 17:23, setelah anda sibuk kerja seharian, anda sedang dlm perjalanan pulang dg mengendarai mobil sendirian. Tiba2 anda merasakan sakit yg sangat di dada & mulai menjalar ke lengan & dagu. Tetapi jarak ke RS yg terdekat kira2 masih 5 Km, lebih celakanya lagi anda tidak tahu apakah anda mampu bertahan sampai sejauh itu. Saat sendirian, kena serangan jantung, bagaimana cara pertolongan pertamanya? Seseorg ketika jantungnya tdk dpt berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai wkt kira2 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran & pingsan. Jika sekitarnya tdk ada org memberi pertolongan pertama, penderita hrs memanfaatkan 10 detik yg singkat ini usaha utk menolong dirinya sendiri. Harus Bagaimana? Jawabannya: JANGAN PANIK, USAHAKAN BERBATUK TERUS DG SEKUAT TENAGA. SETIAP KALI SEBLM BATUK, HRS TARIK NAFAS DLM2 KEMUDIAN BERBATUK DENGAN KUAT2, DALAM2 & PANJANG2, seperti hendak mengeluarkan dahak yg berada dlm dada. SETIAP SELANG 2 DETIK HRS TARIK NAFAS SEKALI& BERBATUK SEKALI. Hingga pertolongan tiba, atau kalau merasa denyut jantung sdh normal, baru blh beristirahat. Tujuan tarik nafas: utk memasukkan Oxygen ke dlm paru2. Tujuan batuk: utk menekan jantung, agar aliran darah bersikulasi. Menekan jantung jg dpt membantu denyut jantung kembali normal. Pertolongan cara ini maksudnya, agar penderita mempunyai kesempatan utk pergi ke Rumah Sakit (article published on No.240 of Journal of General Hospital Rochester). Jangan kira bila berumur kurang dari 30, tidak mungkin dpt serangan jantung!! Siapa tahu dgn menyalurkan hal ini, anda ikut membantu sesama.”

 

Karena sedang sibuk, saya tidak sempat googling mencari kebenarannya. Maka saya lanjutkan bekerja kembali tanpa mem-broadcast berita tersebut. Dan… 1,5 jam kemudian, Mawar kembali mengirim broadcast message, tahukah isinya? Here it is~

”Jangan terusin broadcast ttg Pertolongan Pertama Serangan Jantung saat sendirian! Itu hoax yg sgt menyesatkan, malah bisa memperburuk keadaan:
The message outlines a technique for surviving a heart attack while alone that involves vigorous coughing. According to the email, a cardiologist has advised forwarding the message to others in order to save lives. However, the alleged cardiologist is not named, nor is there any reference to a reputable medical institution. In my opinion, any life-critical “medical advise” that is not supported by credible reference material should be used with extreme caution.
So called “cough CPR” is not a technique recommended or condoned by medical professionals.
The American Heart Association does not endorse “cough CPR,” a coughing procedure widely publicized on the Internet. As noted in the American Heart Association’s textbook Basic Life Support for Healthcare Providers, the American Heart Association DOES NOT TEACH THIS AS PART OF THE CORE CURRICULUM IN ANY COURSE. http://www.hoax-slayer.com/survive-heart-attack.html

 

Lho? Kok berbalik 180 derajat isi broadcastnya? Saya langsung melongo sambil mikir, kalo dalam waktu 1,5 jam tadi beneran ada yang kejadian kayak gitu (ini kasus lebay-nya) dan dipraktekkan cara yang dipaparkan di BM maka apa yang akan terjadi?

 

Kebetulan di hari yang sama saya dapat email dari berryindo.com yang isinya ancaman penjara 6 tahun bagi penyebar BM hoax:

Hati Hati Jangan Sembarangan Forward Hoax, Penyebar Hoax Diancam 6 Tahun Penjara

detikcom – Jakarta, Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Demikian diingatkan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S Dewa Broto. Pelaku penyebar hoax bisa terancam pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Di dalam pasal UU ITE ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

“Jadi mulai sekarang, setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan
berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak SMS, BBM, maupun email, hoax yang berseliweran. Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong,” papar Gatot kepada detikINET, Senin (8/11/2010).

“Dengan kondisi berduka seperti sekarang ini, kami mengharapkan masyarakat jangan turut memperburuk suasana. Kalau mendapat pesan berantai yang sekiranya hoax, tolong jangan sembarang di-forward. Laporkan saja kepada polisi,” imbaunya lebih lanjut.

Menurut penjelasan Gatot, pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk dalam delik hukum. Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.

Dia kemudian mencontohkan kasus SMS ‘Kirim Mama Pulsa’. Dikatakan olehnya, penanganan kasus itu merupakan hasil kerjasama pelanggan yang mengadukan kepada polisi dan kemudian diproses oleh operator untuk membantu penyidikan. Contoh kasus tersebut juga sekaligus membuktikan bahwa pelaku bisa saja tertangkap meskipun setiap harinya ada ratusan juta SMS yang berseliweran.

“Nah itu sebabnya, tolong jangan sembarangan mem-forward kabar yang belum tentu benar atau hoax. Dalam kasus bencana Merapi, misalnya, kasihan sudah banyak korban. Jangan asal forward lagi, bisa memperkeruh suasana,” tandas Gatot.

Source: Achmad Rouzni Noor II : detiknet
Shared by Jonsen for BerryIndo.com

 

Jadi hati hati jangan sembarangan forward pesan yang tidak jelas via SMS ataupun BlackBerry Messenger anda. Pastikan pesan tersebut adalah benar sebelum di forward. Coba cari tau dulu di forum BerryIndo untuk mencari kebenaran informasi yang anda terima sebelum anda menforward atau broadcast di BBM.

Tuh, serem kan? Makanya, re-check dulu sebelum broadcast🙂

 

Mampir juga ke “lapak” saya satunya ya: biaya urus paspor naik? http://post.ly/1NhFo


One response to “Hati-hati Menyebarkan Berita Hoax

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: