i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Post Power Syndrome Itu Sungguh Teer-Laa-Luu!

on 14 March 2011

Post Power Syndrome Itu Sungguh Teer-Laa-Luu! Mau curhat nih, capek ngadepin manusia yang udah kena “penyakit” Post Power Syndrome😦

Apa’an tuh Post Power Syndrome? Post Power Syndrome adalah gejala yang terjadi dimana “penderita” hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (entah jabatannya atau karirnya, kecerdasannya, kepemimpinannya atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. [http://noviantoagam.wordpress.com/]

Saya kenal istilah ini pertama kali saat masih SD dulu, diperkenalkan oleh Ibu. Cerita detilnya tidak bisa saya ungkap disini, yang pasti beliau menjelaskan pada saya mengenai sindrom Post Power tersebut.

Post Power Syndrome bisa mengenai siapa saja. Biasanya banyak terjadi pada orang-orang yang baru pensiun, sih. Dulunya bisa memerintah anak buah, apa-apa dilayani, dimana-mana dihormati; eeeh setelah pensiun keadaan berbalik 180 derajat. Kemudian timbullah perasaan, “Lho kok mereka gak hormat lagi?” atau sejenisnya.

Nah apa hubungannya Post Power Syndrome sama curhatan saya? Saya punya -sebut saja- kerabat yang Post Power Syndrome-nya parah sekali. Setiap perkataannya selalu mengandung unsur flashback ke jaman-jaman “kejayaan”-nya dulu. Diulaang-ulaang sampai jenuh saya dibuatnya. Mbok ya sadar kalo roda itu berputar, tidak selalu di atas. Yaah pokoknya antara sebel dan kasian deh menghadapi dia itu.

Sudah dulu ya curhat (gak) penting ini, ngantuk nih😦 *tambah gak penting*


2 responses to “Post Power Syndrome Itu Sungguh Teer-Laa-Luu!

  1. Teddy James says:

    kmu bisa ngmg gni krn kmu blm pnh tau rasanya ada dibawah mbak…tp klo kmu uda dibawah nanti pasti tau gmn rasanya…jangan capek mbak…kasih semangat bwt org yg kena PPS….tunjukan pada mereka bahwa msh ada kehidupan yg lbh baik diluar sana drpd hanya meratapi perubahan yang terjadi……

    • Terimakasih atas perhatiannya ya. Bukannya sy tidak mau on her shoes, tetapi masalahnya terlalu rumit untuk dijelaskan disini, dan sayapun tidak mungkin membongkar “borok”nya dia. She just makes my life awful with her PPS, 4 tahun lebih sy di-“bully”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: