i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Gosip – Gunjing – Ghibah? Intinya, Ukhuwah :)

on 17 August 2012
Eleanor Roosevelt' quote

Eleanor Roosevelt’ quote [image: http://bit.ly/MFQatR]

“Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people.” ~ Eleanor Roosevelt #quote

 

Sejak 2009, saya berlangganan newsletter dari Anne Ahira. Terlepas dari beberapa berita negatif mengenai skema bisnis yang ia bangun, saya senang membaca tulisan Anne. Walaupun isinya singkat namun sarat makna dan selalu mengena, istilah kerennya makjleb hehehe😀

Berikut adalah isi newsletter yang saya terima Jum’at siang pekan yang lalu; 

Nelly, Bicarakan Ide – Bukan Gosip!

“Siapapun yang bergosip padamu, akan bergosip tentang dirimu” – Pepatah Spanyol

Dear Nelly,

Anda pasti pernah mendengar pepatah ini; bahwa orang-orang besar senang berbicara tentang ide-ide, sementara orang biasa-biasa suka berbicara tentang diri mereka sendiri dan orang-orang kecil suka berbicara tentang orang lain. Itulah gosip. Gosip membuat orang menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang bisa ditawarkan  dalam gosip. Gosip hanya mengurangi kredibilitas orang yang membicarakan dan yang dibicarakan serta bisa menghancurkan orang yang mendengarkan.

Berhenti menyebarkan gosip dan menjadi penerima gosip. Jika Anda menghentikan gosip yang diteruskan hanya sampai pada Anda, Anda akan memperbaiki kehidupan orang lain dan diri Anda lebih baik lagi. Lagipula, orang yang menceritakan gosip pada kita, biasanya akan menggosipkan kita juga.

Orang yang memiliki integritas tidak suka mengumbar omongan tentang orang lain di belakangnya. Jika memiliki masalah dengan seseorang, ia lebih baik mendatangi orang tersebut dan membicarakan masalahnya, tidak pernah melalui orang ketiga. Mereka juga akan memuji orang secara terbuka dan mengkritik orang secara pribadi.

Jika Anda adalah orang besar, berhentilah membicarakan orang lain dan mari membicarakan ide-ide besar yang bisa mengubah dunia!🙂

Anne Ahira

 

Bergunjing = Ghibah [image: http://goo.gl/jYls2]

Bergunjing = Ghibah [image: http://goo.gl/jYls2%5D

Wiiih kena banget kan sama tulisannya? Apalagi bagi teman-teman yang sedang mengalami digitukan, rasanya pasti setuju banget sama tulisan ini. Terus terang, saya sih sebenarnya bukan tipe orang yang berani mendatangi langsung (seperti saran Anne di atas) kepada orang yang sedang membicarakan saya, baik di belakang saya maupun menuliskannya di media sosial. Namun setidaknya saya mengingat bahwa setiap manusia memiliki kekurangan, tidak ada orang yang sempurna, orang yang menggunjingkan saya belum tentu lebih baik dari saya, dan saya yang digunjing pun juga belum tentu lebih baik dari dia.

Dari situs ini saya dapat nasihat-nasihat yang sangat indah berikut ini;

Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak”. Perbuatan seperti ini selain tidak pantas/tidak baik menurut perasaan dan akal sehat kita, ternyata syariat yang mulia pun mengharamkannya bahkan menekankan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu menutup dan merahasiakan aib orang lain.

Ketahuilah, siapa yang suka menceritakan kekurangan dan kesalahan orang lain, maka dirinya pun tidak aman untuk diceritakan oleh orang lain. Seorang ulama salaf berkata, “Aku mendapati orang-orang yang tidak memiliki cacat/cela, lalu mereka membicarakan aib manusia maka manusia pun menceritakan aib-aib mereka. Aku dapati pula orang-orang yang memiliki aib namun mereka menahan diri dari membicarakan aib manusia yang lain, maka manusia pun melupakan aib mereka.”

Kita mungkin pernah mendengar hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمـِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

Yang perlu diingat, diri kita ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Maka sibukkan diri ini untuk memeriksa dan menghitung aib sendiri, niscaya hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain. Lagi pula, orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah Ta’ala akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتاَبوُا الـْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِـعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”). Abdullah bin ‘Umar menyampaikan hadits yang sama. Yang dimaksud dengan aurat di sini adalah aib/cacat atau cela dan kejelekan. Dilarang mencari-cari kejelekan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia. (Tuhfatul Ahwadzi)

 

Ukhuwah [image: http://goo.gl/MQePp]

Ukhuwah [image: http://goo.gl/MQePp%5D

Nah, itu tadi penekanan mengenai betapa pentingnya menutup aib orang lain. Sekarang mari kita lanjut ke bahasan selanjutnya, yaitu ukhuwah🙂

Banyak sekali petunjuk dari Allah maupun hadist sebagai pengingat tentang persaudaraan sesama muslim, berikut saya rangkum dari situs ini dan itu:

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى المسلمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلامِ، وَعِيادَةُ الْمَرِيْضِ، وَاتِّباعُ الْجَنائِزِ، وَإِجابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيْتُ الْعاطِسِ

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak (sempurna) iman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai buat saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 12)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لا تحاسدوا ولا تَناجَشُوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ,وكونوا عباد الله إخواناً. اَلْمُسْلِمُ أَخُو المسلمِ: لا يَظْلِمُهُ ولا يَخْذُلُهُ ولا يَكْذِبُهُ ولا يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنا – يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخاهُ الْمُسْلِمَ. كُلُّ الْمسلمِ عَلَى المسلمِ حَرامٌ: دَمُهُ وَمالُهُ وعِرْضُهُ

“Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” (HR. Muslim no. 2564)

 

Sisterhood [image: http://goo.gl/hTF6j]

Sisterhood [image: http://goo.gl/hTF6j%5D

The last step is how to maintain the relationship with our brothers and sisters. Copas dari sini, berikut beberapa cara untuk memelihara hubungan dengan saudara kita:

1. Nyatakan Cintamu

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Berikan Wajah Bahagia

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam berpesan mengenai hal ini, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Hadits Riwayat Muslim)

3. Jabatlah Tangannya

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Tidak ada dua orang Muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

4. Saling Kunjunglah

Hal ini dijanjikan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam sebuah hadits Qudsi, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku’.” (Hadits Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

5. Mengucapkan Selamat

Sekali lagi Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan pesan kepada kita, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (Hadits Riwayat Thabrani dalam Mu’jam Shagir)

6. Saling Menghadiahi

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam juga berpesan lewat Anas bin Malik, “Hendaklah kamu saling beri hadiah karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”

7. Saling Bantu

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam berpesan, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mu’min di dunia pasti Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (‘aib) seorang Muslim, pasti Allah akan menutupi (‘aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Hadits Riwayat Muslim)

8. Memenuhi Hak-haknya

Penuhilah hak-hak saudari Muslimahmu siapapun dia, tanpa memandang bangsa, bahasa, warna kulit maupun kedudukan serta kekayaannya.

Ibnu Qudamah dalam kitab Minhajul Qashidin menyimpulkan sederetan hak Muslim yang wajib dipenuhi Muslim yang lain, yang dipetik dari Al-Quran dan hadits-hadits, di antaranya:

a. Mengucapkan salam kepadanya saat bertemu

b. Memenuhi undangannya

c. Menjawab bersinnya bila ia mengucap Alhamdulillah

d. Menjenguknya jika sakit

e. Menghadiri jenazahnya saat meninggal dunia

f. Memberikan bagiannya dari harta Anda jika dia memerlukan bantuan

g. Memberinya nasihat jika dia meminta nasihat

h. Menjaga dirinya saat dia berjauhan

i. Mencintai bagi dirinya apa yang engkau cintai bagi dirimu

j. Membenci bagi dirinya apa yang engkau benci bagi dirimu.

9. Jangan Menyakiti Hatinya

Waspadalah terhadap diri kita sendiri agar jangan sampai menyakiti perasaan dan badan Muslimah lain. Lebih baik banyak-banyak minta maaf kepada saudari Muslimah kita, meskipun di permukaan kita tidak memiliki masalah.

10. Jangan Memboikotnya

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mewanti-wanti setiap Muslim dan Muslimah, lewat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Tidak diperbolehkan bagi orang mu’min (mu’minah) untuk menghindari (tidak bicara, tidak menyapa, tidak berhubungan) orang mu’min lainnya lebih dari tiga hari. Jika sudah lebih dari tiga hari lalu dia bertemu dengannya maka hendaklah dia mengucapkan salam kepadanya. Jika dia menjawab salamnya maka keduanya bersekutu dalam pahala. Jika dia tidak menjawab salamnya maka yang mengucapkan salam terbebas dari dosa menghindarinya.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Abu Daud)

11. Menjaga Diri dan Hartanya

Jika saudari Muslimah kita mendapat gangguan dari orang jahat maka kita harus membantu sebisa mungkin. Muhammad bin Al-Hanafiyah berkata, “Tidak layak disebut orang bijaksana jika dia tidak berusaha membela orang yang diperlakukan dengan cara tidak baik, hingga Allah memberinya jalan keluar.”

12. Perbanyaklah Bergaul dengan Muslimah Miskin

Muslimah yang miskin dan anak-anak perempuan yatim lebih utama untuk dipergauli. Tidak banyak bergaul dengan orang-orang kaya dan hendaknya lebih banyak bergaul dengan orang-orang miskin, serta berbuat baik kepada anak-anak yatim.

13. Jangan Biarkan Imannya Melenceng

Imam al-Bukhari dalam kitab Al-Adab al-Mufrad meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Tidak ada dua orang yang mencintai satu sama lain karena Allah, atau karena Islam, akan membiarkan pelanggaran kecil pertama yang dilakukan salah satu dari mereka.”

Kalau saudari Muslimah kita mendekati kemaksiatan dan kekafiran, wajib hukumnya kita mengingatkan. Bukan mendiamkan, apalagi sekadar menjadikannya bahan gunjingan.

14. Menahan Marah Kepadanya

Marah itu manusiawi. Tapi mudah memaafkan jauh lebih dimuliakan oleh Allah daripada mengikuti nafsu amarah. Memaafkan tidak berarti membiarkan saudari kita tenggelam dalam kesalahan. Namun sikap memaafkan akan meredam marah yang berlebihan sehingga kita lebih terfokus pada usaha memperbaiki kesalahannya.

Allah berfirman, “… [mereka] yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan). Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Al-Quran surah Ali-`Imran: 134)

15. Tidak Menggunjing atau Menjelek-jelekkannya

Gosip dan gunjingan adalah haram menurut Al-Quran. Allah memperingatkan, “… Janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah Mahapenerima Taubat, Mahapenyayang.” (Al-Hujurat: 49 ayat 12)

16. Hindari Debat, Lelucon yang Menyakitkan, dan Pelanggaran Janji

Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits yang berbunyi, “Jangan berdebat dengan saudaramu, jangan bercanda berlebihan dengan dia, jangan membuat janji dengannya kemudian kamu ingkari.”

Berdebat membuat hati kaku dan jendela syeitan untuk merusak hubungan. Lelucon yang menyakitkan menumbuhkan kebencian dan meremehkan orang lain. Pelanggaran janji menyulut kemarahan dan menghancurkan benih-benih cinta.

17. Mendoakannya

Sebagaimana kita suka didoakan orang lain, sering-seringlah mendoakan saudari kita tanpa sepengetahuannya, karena cara berdoa yang seperti itu salah satu yang paling maqbul.

 

Wah kok jadi panjang ya ini postingannya, ternyata copas-nya banyak juga, hehehe😀

 

*closing speech* *udah kayak sholat Jum’at aja ada khutbah penutupnya*

If someone’s hate you, doesn’t mean you’re in the right posisition, nor he/she. Just stay positive and think that everything happens for a reason. He/she must be have a reason not to like you or to hate you. If you can, do self-introspection as much as possible. And of course forgive him/her. Don’t hate him/her back, show him/her your respect attitude. It must be hard, but this is the best manner we can do as a human. #nellyfact

Satu yang pasti, saya belajar untuk tidak mendendam, seperti yang Ibu ingatkan sejak saya masih kecil. Satu kesalahan orang lain, satu perbuatan buruk orang lain kepada saya, tidak akan merubah pandangan saya terhadapnya. Di balik satu keburukannya, saya masih mengingat ratusan kebaikan yang pernah ia lakukan. Janganlah satu keburukan orang lain menjadikan tertutupnya hati kita dari ratusan kebaikannya. #nellyfact

As all of you guys already know, human can’t be separated from imperfection. Nobody’s perfect, that’s all; we can’t fulfil everyone’s expectation. Jika ada yang bilang ”Enak dong kalo semua berlindung dibalik kata nobody’s perfect sebagai alasan untuk membela diri?” –> Jawab aja, “Go find a mirror, are you perfect?”. Gak ada manusia yang sempurna & luput dari kesalahan. Dan jangan membenci seseorang akibat perbuatan. Bencilah perbuatannya, bukan orangnya :) #nellyfact

Saya tidak pintar berbasa-basi. Jadi misal saya memilih diam & tidak menjawab, itu bukan berarti saya tak acuh. Saya cuma gak mau bohong. Postingan saya kali ini memang bersifat pribadi dan mungkin bagi beberapa orang akan terkesan “self-centered”, namun saya tidak akan ambil pusing, penilaian manusia memang hanya sebatas penampakan luar saya bukan? Soal dalam hati saya, hanya Allah yang tahu. Buat saya, lebih baik husnudzan daripada mati membawa prasangka buruk kepada orang lain yang belum tentu kebenarannya. #nellyfact

 

Last but not least, before you judge someone, ask them why and listen to their story🙂 Ini ada cerita yang menyentuh banget: http://www.lessonsoftheday.com/2012/07/heart-touching-story_25.html


4 responses to “Gosip – Gunjing – Ghibah? Intinya, Ukhuwah :)

  1. laniagustin says:

    Reblogged this on laniagustin and commented:
    Ijin Copas ya ukhti.. mudahan membawa manfaat bagi saya.. dan juga bagi saudara kita yang lain..

  2. […] goreng, kerupuk, emping melinjo dan kacang mete. Masya Allah, alhamdulillah, sungguh sangat terasa ukhuwah diantara kami […]

  3. aan says:

    sukron…thank n matur suwunn…………………………

  4. Sebuah nasehat dan prinsip hidup yang luar biasa, semoga admin dan para pembaca tulisan ini akan menjadi orang2 besar dan sholeh. Aamiin!

    Salam kenal dan salam revolusi buat teman2 semua ya? 🙂

    Nur Ahmadi (Kak Mad Subaca)
    CV. Madina Sakti, Kancilan Rt. 2/8 Kembang, Jepara, Jateng.
    Cp. : 0813 2679 4215, PIN BB: 26831C26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: