i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

“Ditampar” #bapakbos

on 14 September 2012
Tenang aja, saya gak segitu desperate-nya kok sampe harus loncat dari teras lantai 3 gedung ini :p

Pemandangan ke lapangan PNU.. Tenang aja, saya gak segitu desperate-nya kok sampe harus loncat dari teras lantai 3 gedung ini :p

1:23 PM

Senior: “Hani, let’s go to professor room.”
Hanya satu baris kalimat, namun terkandung tanya di dalamnya. Tumben kok ke ruangannya profesor disuruhnya bareng senior? Biasanya dipanggil sendirian kalo lagi ngomongin masalah paper & riset saya.
Ketika sudah sampai di hadapan profesor dan kami dipersilahkan duduk, mulailah profesor membuka pembicaraan. Intinya, “Lu ada masalah? Ini udah deket deadline submit paper, mana paper lu? Tuh biar dibantuin sama senior lu” *kalimat aslinya tentu tidak selucu itu, ini saya modifikasi saja biar kesannya ndak serem*. Kemudian beliau menunjukkan kepada saya hal yang semestinya saya lakukan. Profesor mengatakan kalimat itu dengan nada sedikit tinggi *mohon dicatat, sedikit loh ya*, tidak seperti biasanya. Entah karena agar terkesan galak kepada saya di hadapan senior atau apa, namun saya yakin beliau bukan tipikal orang yang suka bersuara keras.
Selama 1 tahun menjadi anak bimbingannya, profesor saya tidak pernah marah-marah, suara keras aja jarang banget. Pokoknya saya bersyukur deh dikasi “bapak” seperti beliau, apalagi kalo dibandingkan dengan profesor teman-teman saya, alhamdulillah beliau bisa dibilang baik hati, meskipun memang beliau punya beberapa kekurangan yang tidak akan saya sebutkan disini. Di social media, dengan terpaksa saya menyebut beliau dengan tagar #bapakbos, hanya agar tidak ketahuan senior dan teman lain lab yang ada di facebook saya😀 #eaaa
Terus terang akhir-akhir ini dalam hati saya merasa lumayan gundah; paper belum jelas nasibnya padahal deadline-nya akhir September, Jum’at depan comprehension test (yang mana sampe detik ini saya belum nyicil belajar), dagdigdug nunggu hasil pengumuman tes TOEIC (untuk syarat kelulusan tahun depan), dan beberapa masalah pribadi (yang tidak penting) lainnya. Waktu profesor nanya “Lu ada masalah?” gak mungkin dong saya ceritain masalah pribadi saya, gak ada relevansinya sama sekali dengan riset gituuuh.
Setelah hati saya serasa disiram air keras ditampar oleh kata-kata profesor, saya langsung sadar “Ternyata kebodohan saya nggak berubah-berubah ya, padahal udah bertahun-tahun!”. Saya ingat banget, pas lulus SD dan baru masuk SMP, di sekolah diadakan tes IQ. Dari hasilnya, ketahuan bahwa saya adalah orang yang harus selalu disemangati dan diberi support, serta cara belajar yang sesuai bagi kepribadian saya adalah dengan cara melihat langsung. Pokoknya begitu dapat surat hasil tesnya, ibu saya langsung bilang begini, “Oooh pantes kok selama ini mbak Nelly harus selalu dituntun”. Ibu saya memang heran, kenapa saya tidak se-dewasa kedua adik saya, namun dari dulu ibu maklum & faham karena saat kecil saya pernah mengalami kejadian yang membuat saya terbentuk menjadi Nelly yang seperti ini *cerita mengenai ini akan saya beberkan di buku saya nanti, kalo jadi nulis buku :D*.
Kembali ke kalimat makjleb dari profesor, intinya saya jadi lebih terarah mau ngapain, harus apa dulu yang dikerjain, dll-nya sehubungan dengan riset saya. Alhamdulillah lewat beliau Allah menyadarkan saya, mending terlambat gini daripada saya udah terlanjur masuk jurang *if you know what i mean*. Oke, mari kencangkan sabuk pengaman ikat pinggang ikat kepala dan berusaha lagi lebih keras. Hwaiting!
NB: Barusan hasil tes TOEIC keluar, alhamdulillah skornya bisa untuk modal usaha lulus tahun depan🙂
NB lagi: Doakan saya ya supaya gaji saya tetap turun tiap bulan dan ndak dipotong, tadi pake ancaman ndak digaji soalnya😥 *ini kok malah minta didoain buat duit sih, gak minta didoain thesis & risetnya lancar*
#meandmyalwayssillystories

One response to ““Ditampar” #bapakbos

  1. wika prima says:

    Tes TOEIC saia dulu mepet2 mbak…ok SMANGAT smg sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: