i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Busan Global Gathering 2012

on 22 October 2012
Busan Global Gathering 2012

Busan Global Gathering 2012

Pada hari Sabtu 20 Oktober 2012, di Busan dilangsungkan sebuah festival kebudayaan negara-negara di dunia dan kota-kota yang merupakan sister city dari Busan.

Global Gathering yang dilangsungkan setiap tahun sejak 2006 oleh Busan Metropolitan City dan Busan Foundation for International Activities (BFIA), bertempat di Haeundae APEC Naru Park. Naru Park terletak di sepanjang sungai seberang Shinsegae Department Store (Centum City, subway line 2, station number 206, exit 12).

Sebanyak 70 negara dan organisasi di dunia berpartisipasi dalam acara ini, menampilkan kekhasan masing-masing negara. Pengunjung dapat berkeliling menikmati makanan khas, musik, tarian, atau mencoba pakaian tradisional di booth-booth tiap negara.

Saya datang sendirian ke acara ini, tujuannya pun hanya untuk membantu Rere (teman saya yang kuliah di PKNU, Busan) berjualan aksesoris Indonesia. Alhasil saya harus bolos ngelab hari Sabtu kemarin😀

Berikut liputan hasil jalan-jalan saya di Global Gathering🙂

Bendera Indonesia di pintu masuk ke "venue" Global Gathering

Bendera Indonesia di pintu masuk ke “venue” Global Gathering

Beberapa sister cities dari Busan, one of them is Surabaya

Beberapa sister cities dari Busan, one of them is Surabaya

Booth di bagian depan adalah Korean folklore & Korean traditional games. Paling takjub ngelihat mesin penganyam batangan padi jadi tali yang bentuknya seperti kepangan rambut.

Korean folklore & games booth

Korean folklore & games booth

Korean traditional games

Korean traditional games

Korean traditional games

Korean traditional games

Saya melanjutkan “perjalanan” ke dalam, jalannya berupa jalan setapak yang kanan dan kirinya adalah booth-booth. Dari jauh saya melihat mas-mas yang memakai beskap dan blangkon di booth “Emergency Migrant Support Association”, dia sedang membakar sate. Dalam hati saya berpikir, “Masnya orang Indonesia atau orang Korea yang lagi pake beskap aja ya?”, akhirnya saya dekati boothnya lalu bertanya langsung. Ternyata dia orang Indonesia yang sedang kerja disini. Saya lihat mas itu jadi satu dalam booth yang bercampur dengan peserta dari negara Vietnam dan Thailand. Segera saya melanjutkan perjalanan mencari booth Indonesia.”

Booth di kanan dan kiri sepanjang jalan

Booth di kanan dan kiri sepanjang jalan

Permen tradisional Korea, bentuknya kayak Brem di Indonesia

Permen tradisional Korea, bentuknya kayak Brem di Indonesia

Permen tradisional Korea, bentuknya kayak Brem di Indonesia

Permen tradisional Korea, bentuknya kayak Brem di Indonesia

Emergency Migrant Support Association

Emergency Migrant Support Association

Akhirnya sampailah saya di booth yang saya cari. Booth Indonesia terdiri dari 2 bagian; bagian pertama adalah booth mahasiswa Kyungsung University dan bagian kedua adalah booth mahasiswa Pukyong National University dan Youngsan University. Booth Indonesia terletak di seberang main stage, jadi letaknya cukup strategis karena bisa langsung melihat ke arah panggung. Saya membantu Rere di booth kedua, barang dagangannya berupa tas batik dan pernak-pernik khas Jogja.

Booth Pukyong-Youngsan University

Booth Pukyong-Youngsan University

Booth Kyungsung University

Booth Kyungsung University

Ibu dari Rusia ini sedang nyobain kain batik

Ibu dari Rusia ini sedang nyobain kain batik

Booth Bangladesh di sebelah booth kami sedang dikunjungi pejabat

Booth Bangladesh di sebelah booth kami sedang dikunjungi pejabat

Cerita tentang cara kami berjualan sepertinya tidak perlu saya ceritakan, heboh banget soalnya. Mahasiswa exchange Youngsan meramaikan dengan “live performance” mereka di depan booth kami. Tidak kalah, mahasiswa-mahasiswa Kyungsung pun ikutan membuat “live performance”, bahkan lebih heboh. Setiap pengunjung yang melewati kedua booth indonesia ini jadi berhenti dulu untuk menonton, alhasil terjadi kerumunan orang yang menyebabkan orang-orang lain jadi penasaran dan akhirnya menonton juga. Pokoknya booth Indonesia paling heboh deh, sesuai dengan karakter orang Indonesia😀

Shendy dan teman-temannya mahasiswa exchange di Youngsan

Shendy dan teman-temannya mahasiswa exchange di Youngsan

Sekitar jam 1 siang sebenarnya ada penampilan tarian Remo (kalo tidak salah dengar dari musiknya) yang kemungkinan ditampilkan oleh penari dari pihak KBRI dan tarian Bali yang disuguhkan oleh mahasiswa Kyungsung, namun karena sedang berjualan makanya saya tidak sempat melihat kesana, cukup mendengar suaranya dari jauh sambil melihat dari big screen yang arahnya tepat menuju booth kami.

Jam 4 Rere menutup lapaknya, lalu kami berpencar. Saya berjalan menuju main stage, saat mulai mendekat saya mendengar MC mengatakan bahwa berikut ini akan ditampilkan tari tradisional Surabaya. Bergegas saya mencari tempat berdiri yang masih bisa melihat ke arah panggung. Ternyata tari yang ditampilkan adalah tarian dari Madura, videonya bisa dilihat di bawah ini.

Saya hanya merekam 50 detik yang kebetulan itu gerakan terakhir para penari Madura sebelum turun dari panggung. Kalo mendengar dari lirik musiknya, sepertinya bercerita tentang jembatan Suramadu. Saya barusan tanya ke teman saya yang berasal dari Madura, dia bilang tidak kenal dengan jenis tarian dan musik itu.  Berarti bisa ditarik kesimpulan mungkin saja ini tarian Madura yang dimodifikasi, liriknya saja ada kata-kata Suramadu berarti jelas lagu ini baru dibuat.

Di dekat main stage, ada papan untuk memberikan vote kepada booth favorit. Dari seluruh vote yang saya lihat, booth Kyungsung mendapatkan tanda favorit paling banyak, mungkin karena kehebohan yang mereka “ciptakan” hehehe.

Voting Zone for Best Booth

Voting Zone for Best Booth (ada 2 papan namun hanya 1 ini yang saya upload)

Booth Kyungsung University berpeluang menang booth favorit

Booth Kyungsung University berpeluang menang booth favorit

 Writing messages of hope for the world


Writing messages of hope for the world

 Writing messages of hope for the world: can you see INDONESIA there? ^___^

Writing messages of hope for the world: can you see INDONESIA there? ^___^

Setelah itu saya berjalan-jalan lagi. Ternyata Jepang mempunyai cukup banyak booth, yang diisi beberapa kota di Jepang dan konsulat Jepang.

Satu dari beberapa booth Jepang

Satu dari beberapa booth Jepang

Di salah satu booth-nya terlihat ramai dikerumuni anak kecil, saya mendekat dan mendapatkan bahwa mereka sedang bermain game memancing ikan mainan, dalam waktu 1 menit. Videonya bisa dilihat di bawah ini:

Saya pun mencoba ikut main, nggak yakin bisa dapat ikan sih karena saat melihat 2 set game sebelum saya lumayan terlihat sulit. Bahkan kait-kait mereka sempat bertaut satu sama lain. Lawan saya adalah seorang anak kecil perempuan, sebenarnya kait saya beberapa kali sudah digigit si ikan, tapi karena kait si adik itu mendekati kait saya dan saya tidak mau kait kami saling bertautan maka saya menarik kait saya. Akhirnya saya “hanya” bisa mendapatkan 2 ikan. Yay! Sebagai hadiahnya saya dapat 2 lembar kartu pos dan stiker bergambar ikan. Alhamdulillah🙂

Kartu pos dan leaflet Jepang

Kartu pos dan leaflet Jepang

Beberapa booth lainnyapun sempat saya datangi namun tidak semua saya ambil gambarnya. Terakhir, kami kembali ke booth Indonesia dan menunaikan sholat.

Booth India: banyak kain Sari

Booth India: banyak kain Sari

Booth Mongolia

Booth Mongolia

Sholat di belakang booth ^___^

Sholat di belakang booth ^___^

Ornamen berbentuk mirip kubah masjid di belakang booth kami

Ornamen berbentuk mirip kubah masjid di belakang booth kami

Satu dari beberapa bangunan unik di dalam area Haeundae Naru APEC Park

Satu dari beberapa bangunan unik di dalam area Haeundae Naru APEC Park

Maya, salah satu mahasiswa exchange di Youngsan, meminta tolong kepada teman saya Ayi agar bersedia diwawancarai teman Koreanya untuk menjelaskan mengenai mengapa Muslim tidak memakan babi dan mengapa Muslimah memakai hijab. Let’s watch it here😉

Sekian cerita jalan-jalan singkat saya di Global Gathering, semoga tahun depan atau suatu hari nanti bisa ke acara ini lagi bukan karena jualan, tapi jalan-jalan beneran (dan makan-makan)🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: