i love my life

i write to fight my short-memory-loss | my room for learning and sharing something new

Serba 11: About @theonlynelly (Yay for Having 2 Liebster Award)

on 25 May 2014

Bismillah..

 

Meskipun beberapa hari yang lalu sudah dapat notifikasi soal Liebster Award via email saat teman kuliahku Putu Tantri komen di tulisan ini, tapi karena aku bukanya di bebe jadilah komen itu hanya ku-approve di aplikasi WordPress. Qaddaralaah siang ini ada notif lagi bahwa Mbak Meut nominated me for that blogging award, baru ngeh deh apa itu Liebster Award. Wah, aku jadinya tetiba semangat nulis buat merespon pertanyaan-pertanyaan dari para pemberi award, makasih banyak ya Putu & Mbak Meut! \^.^/

Image

 

Ternyata Liebster Award ini bertujuan untuk menjalin keakraban sesama komunitas blogger. Penghargaan ini didedikasikan kepada blog-blog yang mendukung blogger baru dengan harapan mendapatkan wawasan kedalam komunitas blogging. Caranya?

  1. Post award ke blog kamu
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blog dia
  3. Share 11 hal tentang kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan padamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan

 

And here it is..

11 hal tentang @theonlynelly

  1. Perfeksionis sehingga sering menyulitkan diri sendiri karena terlalu detail dalam memikirkan sesuatu. Inginnya semua hal kukerjakan sendiri agar hasilnya sesuai dengan standarku. Ketika masih kecil hingga beranjak remaja dulu rasanya sifat ini tidak terlalu mengganggu diriku pribadi, tapi jujur sekarang ini mulai terasa memberatkan. (jujur kacang ijo mode on, hehe)
  2. Waktu kecil suka menggambar, dimulai dari coret-coret tembok rumah. Alhamdulillah Ibu ndak pernah marah. Ibu punya cara cerdas untuk ‘menghapus’ gambar-gambar abstrak di tembok rumah hasil karyaku; yaitu dengan cara kalo lagi dinas dore atau malam Ibu tiba-tiba aja gitu ngecat tembok. Aku tentu aja pengen ikutan, dikasilah kuas jadi ikut membantu Ibu menghilangkan coretan yang mengganggu pemandangan dinding. Sedikit tentang Ibu, beliau memang tipe orang yang sedikit bicara namun banyak kerja.. Waktu aku SD jamannya Sailor Moon dkk beraksi, alhasil akupun juga ikutan tren ngegambar pahlawan bulan sabit itu. Hasil gambarku (yang masih pake pensil) ditebelin pake spidol oleh adek nomer 2, trus diwarnain pake crayon atau pensil warna oleh adek nomer 1. Trus diapakan? DIJUAL! Serius lho, aku aja sampe heran kok ada ya yang mau beli hehehe. Seringnya gambar itu aku buat dalam bentuk kartu ucapan atau amplop. Ohya, selain jualan kartu ucapan dan amplop bergambar, aku juga jualan kertas file bergambar. Biasanya Ibu beliin kami dalam jumlah besar, kan dipakenya dikit (cuma untuk koleksi), jadi sisanya dijual.. Mmm jadi intinya, secara tidak sadar aku udah belajar dagang sejak kecil, entrepreneur muda lah bahasa kerennya hihi..
  3. Pemalu dan cenderung introvert. Meskipun banyak orang mengenal Nelly yang periang dan populer, sifat aslinya mah pemalu berat dan menutup diri. Bahkan dulu waktu kecil diikutkan Ibu di sanggar tari & agency model karena biar nggak pemalu lagi. Karena dulu emang sifat pemalunya norak banget, sampe nggak berani ketemu orang dan milih sembunyi di dalam rok Ibu! Alhasil setelah bisa nari ini itu dan sudah sekian lama di agency, dulu sering tampil di panggung-panggung meskipun kalo udah on stage tetep ndak berani liat wajah-wajah penonton di bawah.
  4. Flat shoes lover, no more high heels. Semenjak hengkang dari dunia model ketika lulus SMP, sepatu-sepatu ber-hak tinggi-ku yang dipesankan Ibu ke tukang sepatu langganannya udah nggak pernah kulirik lagi. Rasanya udah cukup, ndak pengen pake mereka lagi. Bahkan ndak tertarik sama sekali meskipun pernah jalan lewat deretan toko yang memajang sepatu cantik itu.
  5. Dulu pernah pengen pake kacamata biar keliatan pinter. Habisnya dengan wajahku ini, orang kadang menyangsikan that I have brain hihihi. Malah pas orientasi kuliah dulu ada senior yang bilang gini, “Lho kamu itu masuknya lewat jalur murni (SPMB) tho, kukira lewat PMDK Kemitraan. Lha wajahmu kayak gitu dek, cocoknya ya kuliah di Unair atau paling nggak ambil Arsitektur lah!” (menurut looo >.<)
  6. Panggilan ‘Nelly’ sebenarnya berasal dari kedua orang tuaku agar memudahkan adik ketika mulai belajar bicara, karena nama tengahku cukup sulit dilafalkan oleh balita. Saat itu Bapak dan Ibu terinspirasi dari Bu Nelly, istrinya Pak Adam Malik (Wapres RI ke-3), yang katanya pintar. Meskipun begitu, beliau berdua biasa menulis namaku Neli, sesuai pelafalan.
  7. Ketika SD, aku yang sama sekali nggak bisa bahasa Jawa (karena sengaja nggak diajarin Ibu supaya ndak terpengaruh ngomong kasar kayak anak-anak yang suka maen di lapangan depan rumah) sempat dianggap aneh oleh teman-temanku karena waktu ditanya “Jenengmu sopo? (Namamu siapa?)” aku diam saja. Tapi ada satu anak yang berani ngajak kenalan duluan pake bahasa Indonesia, namanya Lusia Diba Adeline. Mamanya adalah seorang dokter yang sering dinas ke luar kota, sehingga rasanya aku punya teman yang senasib karena sering ditinggal Ibu dinas sore dan malam. Kalo dillihat-lihat, wajah Bebby -nama panggilannya- ini mirip adikku yang pertama, tapi mirip juga denganku; bedanya hanya kulitku cerah sedangkan Bebby coklat manis hihi. Aku yang introvert bersahabat dengan Bebby –nama panggilannya, yang extrovert. Suatu hari Bebby memasang wajah serius, “Nel, mulai sekarang kalo nulis namamu NELLY ya.. en e el el ye! Biar sama kayak aku, BEBBY.. be e be be ye..” ujarnya sambil menuliskan deretan huruf kapital itu. Tentu saja aku senang dan langsung mengiyakan. Aku lupa saat itu tepatnya kami kelas 1 atau 2, tapi coba bayangin deh anak seumur itu ngomong kayak gitu.. Sejak saat itu aku selalu menulis nama Nelly di depan nama asliku, jadinya Nelly H.. N.. S.. sampai-sampai Ibu sempat terpikir untuk mengesahkannya dan membuatkan akta lahir baru untuk nama itu, tapi (sayangnya) kutolak hehehe..
  8. Aku tiga kali kehilangan sahabat. Di suatu malam ketika Bebby berkendara bersama Mama dan kakak laki-lakinya, di depan mobil mereka ada helm atau pohon (aku lupa yang mana) sehingga Mamanya coba membanting setir. Ternyata Mamanya malah menabrak pohon yang ada di tepi jalan. Mama dan kakaknya selamat, sedangkan Bebby meninggal. Ketika itu aku kelas 4 SD, aku kehilangan sahabat pertamaku untuk pertama kalinya. Sahabat yang mengajariku sedikit percakapan bahasa Jawa, sahabat yang mengajariku memasak mi instan, sahabat yang memberikanku nama panggilan Nelly. Bahkan Ibuku terus teringat sosok Bebby, teringat pada kata-kata yang gadis kecil itu ucapkan padanya. Dulu jika Bebby sedang ke rumah kami, Ibu suka membuatkan roti bakar isi mentega campur gula. Bebby bilang, “Tante, coba buat roti sama meises Ceres. Nggak pake dibakar udah enak kok, langsung dimakan aja sama rotinya. Bebby kalo di rumah sarapannya roti sama meises Ceres..” Itulah Bebby, dia selalu meninggalkan kesan yang mendalam di hati semua orang. Ketika kepala sekolah mengumumkan kabar kematiannya, seluruh sekolah menangis. Bukan hanya anak kelas 4 saja, tapi mulai kelas 1 hingga kelas 6! Dia mungkin langsung masuk surga karena belum punya dosa, semoga kelak Allah mempertemukan aku dan dia disana.. Sahabat kedua merupakan sahabat sejak kelas 1 SMP. Wajah kami berdua mirip, bahkan ada guru yang tidak mau memanggil nama kami. Beliau selalu memanggil: “Hei Kembar!” Dari mulai ekskul basket, drum band, hingga modern dance kami lakukan bersama. Kami pun masuk SMA yang sama, tapi justru disanalah awal kerenggangan hubungan kami. Kami pun masuk SMA yang sama, tapi justru disanalah awal kerenggangan hubungan kami. Tak ada lagi sepasang anak kembar yang beda ayah & beda ibu itu, di saat perjumpaan kami berdua hanya sebatas ketika berpapasan di lorong sekolah saat jam istirahat. Aku kehilangan sahabatku untuk kedua kalinya.. Ketika kuliah, ada satu teman yang akhirnya menjadi sahabatku. Aku nggak bisa menceritakan kisah kedekatan hingga perpisahan kami, terlalu kompleks dan menyakitkan. Tapi, selamanya dia akan kuanggap sebagai sahabatku meski mungkin baginya aku bukan lagi sahabatnya. Mungkin memang aku salah, tapi masalahnya aku tak tahu salahku apa. Yasudahlah.. I’ll always pray for her best..
  9. Ada dua kejadian besar yang membuatku merasa mendapatkan ujian kehidupan yang berat. . Kejadian pertama adalah saat SMA aku difitnah oleh seseorang yang iri pada kesuksesan orang tuaku, dia munculkan fitnah bahwa aku hamil! Hancur banget hatiku saat itu, dijatuhkan martabatku. Padahal ber-zina pun aku nggak pernah, bahkan karena aku 3 bersaudara perempuan semua jadinya aku nggak pernah tahu bagaimana bentuk (maaf) alat kelamin laki-laki –meskipun udah dikasi gambarnya di pelajaran biologi tapi aku ndak pernah mbayangin. Saat difitnah itu bahkan sudah ada ancaman bahwa aku tidak akan naik kelas. Ibu lalu dipanggil ke ruang BK, ya sama Ibu dijawab, “Saya tenaga kesehatan, saya tahu resikonya menggugurkan kandungan. Kalo Nelly hamil pasti 2 bulan lagi ketahuan, nggak akan saya suruh menggugurkan!” Kecuali aku adalah Maryam ver. 2.0, tentu aku bisa hamil tanpa disentuh laki-laki. Lha aku nggak ngapa-ngapain, ya mana mungkin tetiba hamil. Yaaa namanya juga fitnah, akhirnya berlalu sendiri deh kabar bohong itu. Meskipun aku harus menjalani hari-hari setelahnya dengan kesedihan, dari kelas 1 sampe kelas 3 –karena fitnah itu terjadi saat aku kelas 1. Titik balik dari fitnah itu adalah saat terima rapor kenaikan kelas, ternyata aku rangking 1! Alhamdulillah.. sudah nggak terbukti hamil, naik kelas, rangking 1 pula. Kejadian kedua terjadi di pertengahan tahun 2006, aku tak akan menceritakan kisahnya disini.. Semuanya sudah aku maafkan, meskipun sulit untuk dilupakan..
  10. Ketika mulai kuliah, entah kenapa aku suka banget bunyi rima dari kata THE ONLY NELLY (dhi onli neli). Sejak saat itu kalo nulis di diary atau bikin gambar ber-quote, aku suka nambahin kata theonlynelly. Sehingga ketika bikin akun wordpress dan twitter aku langsung pake username @theonlynelly.
  11. Kalau diberi Allah kesempatan untuk mengulang masa lalu, aku ingin kembali ke kelas 3 SMP. Aku akan nurut sama Ibu untuk masuk ke SMA pilihannya, bukan SMA pilihanku. Qaddarallaah, aku sadar bahwa semua yang terjadi padaku sudah tertulis lima puluh ribu tahun silam. Meskipun begitu, penyesalan-penyesalan selalu ada; andai aku nggak masuk SMA itu, andai aku masuk kelas Bahasa, andai aku milih nerusin kuliah di Sastra Inggris dibanding di Sipil, dst.. Aku tahu, berandai-andai hanya akan membuka pintu syaitan. Semoga segala kejadian buruk itu hanya menimpaku, tidak menimpa anak keturunanku.. Agar tidak ada yang berandai-andai sepertiku..

 

Kehidupanku sejak dulu memang jauh dari sunnah, nggak Islami, bahkan mungkin bisa disebut jahiliyah banget.. Main piano, sering pake baju minim, lenggak-lenggok di atas catwalk, menari di hadapan khalayak ramai, drum band, modern dance, dan lainnya. Bahkan pake jilbab aja baru pas hampir lulus kelas 3 SMA, itupun kalo bukan karena hidayah dari Allah mungkin aku masih tersesat. Jadi, buat yang hidupnya masih lurus-lurus aja, jangan tergiur dengan godaan dunia. Apa yang aku sebutkan di atas tidak membuatku menjadi orang yang lebih baik, bahkan aku menyesalinya. Yang masih pacaran, udah putusin aja.. Yang masih belum berhijab, yuk berhijab sekarang agar kain kafan bukan jadi hijab pertama kita.. Yang udah berhijab, yuk sempurnakan akhlaq dan jangan tergiur untuk jadi model meskipun itu model baju muslimah. Ingat, ketika syaitan gagal membuat muslimah melepaskan hijabnya, dia tak lelah untuk membuat muslimah ingin tetap terlihat ‘wah’ dan menarik di hadapan banyak orang.. Hijab is the principle of dressing modestly, hijab itu dasar untuk berpakaian secara sederhana..

 

Oke, balik lagi ke urusan Liebster Award. Saatnya menjawab 11 pertanyaan dari mbak Meut hehehe..

  1. Sejak kapan dan kenapa kalian nge-blog? Nge-blog pertama kali karena terinspirasi @TioAlexander dan mbak Ollie @salsabeela. Jujur sejak kecil aku (dan adik-adik) doyan baca buku, salah satu topik kegemaran kami adalah conspiracy theory. Nah waktu kuliah itu kebetulan sering baca blog-nya Tio. Waktu awal nge-blog, aku masih suka copas dari blog lain yang menurutku infonya menarik. Lama-lama baru mulai memunculkan tulisan sendiri. Meskipun sampe sekarang banyak tulisan hanya ngendon di draft karena menurutku nggak layak tayang, beginilah balada si perfeksionis. Bagiku nge-blog itu berarti menyalurkan aspirasi maupun inspirasi, dan aku suka jika info yang aku sajikan dapat diambil manfaatnya oleh orang banyak.
  2. Sebagai blogger, apa hal penting yang kalian dapat dari nge-blog? Dari nge-blog selain dapat beberapa teman baru (yang akhirnya jadi teman twitter atau facebook), juga ada rasa bahagia ketika apa yang kita tulis menginspirasi orang lain. Jadi, nge-blog bisa diibaratkan seperti memberi di kotak amal, muaranya adalah sama-sama bisa dimanfaatkan orang meskipun kita nggak kenal dengan orang yang akhirnya menerima uang itu. Dari nge-blog juga aku bisa menilai cara berpikir seseorang, karena blog bukan status twitter yang jumlah karakternya cuma 140.
  3. Tema apa yang paling kalian sukai ketika membaca dan blogwalking? Kalo blogwalking paling suka baca tentang anak-anak, psikologi, kesehatan, dan (tentu saja) conspiracy theory. Walaupun saat ini udah mulai mengurangi baca-baca berita bernuansa konspirasi, agar kepala ndak terlalu mumet mikir negara hihihi.
  4. Siapa sosok yang paling menginspirasi kalian dalam hidup ini? Sebagai anak yang dibesarkan oleh sepasang orang tua yang tangguh, Ibu adalah sosok yang paling menginspirasi. Ibu adalah perempuan yang tangguh, baik fisik maupun mental. Namun aku harus memohon maaf padanya karena ada satu hal yang tidak ingin kucontoh dari Ibu, aku tidak ingin menjadi wanita karier, aku (hanya) ingin menjadi Ibu rumah tangga.
  5. Lebih suka sunset atau sunrise? Mengapa? Antara sunset dan sunrise, meskipun keduanya memiliki keindahan masing-masing namun aku lebih suka sunset. Mungkin karena jiwa romantisme dalam darahku lumayan kental kali ya hihihi. Entahlah, apapun alasannya yang pasti sunset itu cantik, seperti gadis yang bersembunyi malu-malu..
  6. Kenangan masa kecil apa yang masih melekat kuat di memori kalian sampai sekarang? Bapakku selain pekerja keras juga orang yang sangat hemat. Semua barangnya dijaga dengan baik, dan he’s way more perfectionist than me. Suatu hari saat kantor beliau mengadakan rekreasi keluarga ke sebuah hotel di Malang, saat itu Ibu duduk di gazebo di pinggir kolam sedangkan Bapak mengawasi aku dan adik-adik yang sedang berenang. Bapak sesekali mem-foto kami dengan tustel-nya yang diletakkan di pinggang beliau. Tiba-tiba ada suara minta tolong, ternyata ada anak yang hampir tenggelam. Byur! Bapakku langsung menceburkan diri menolong anak itu, alhamdulillah anak itu tidak jadi tenggelam. Bapak bahkan tidak melepas dulu kantong tustel dari pinggangnya. Dad, you’re indeed a hero..
  7. Kalau harus menjalani hari tanpa listrik dan gadget, apa yang akan kalian lakukan? Tentunya pergi ke toko buku atau perpustakaan, setelah memastikan bahwa ponakanku ada di tangan orang yang tepat hihihi. Soalnya nggak mungkin juga bawa dia ke tempat buku, pasti kertasnya diemut yaiks..
  8. Lebih suka menyendiri atau berkumpul bersama orang banyak? Mengapa? Menyendiri vs berkumpul, tentunya aku pilih menyendiri. Sejujurnya aku kurang nyaman ketika banyak orang, aku tidak suka disorot, aku lebih suka ‘di luar radar’ istilahnya. Karena aku tidak suka tanya-tanya mengenai hal pribadi seseorang, akupun nggak suka jika ditanya-tanya hal serupa. Kecuali jika mereka cerita atau mereka curhat duluan, baru deh aku nanggepin untuk bantu problem solving aja.
  9. Apa me-time favorit kalian? Me-time favoritku kalo bisa baca buku tanpa ada gangguan. Kalo ponakan lagi bobok, aku juga sering me-time makan es krim atau rebahan sambil baca yang ringan-ringan.
  10. Menurut kalian, apa kelebihan kalian yang jarang dimiliki oleh orang lain? Untuk pertanyaan ini, aku belum punya jawabannya. Atau mungkin aku nggak punya jawabannya ya? Karena bisa jadi aku memang nggak punya kelebihan yang jarang dimiliki orang lain.
  11. Apa sesuatu dalam hidup ini yang menurut kalian paling berharga dan pantas untuk diperjuangkan? Dalam hidup ini, kebahagiaan adalah hal yang pantas diperjuangkan. Tentunya bukan kebahagiaan semu yang bersumber dari hal-hal yang bersifat materi, tapi kebahagiaan hakiki yang mendekatkan kita pada Rabb (Tuhan) Pencipta kita. Aku ingat seorang bijak pernah berkata, “There are no victims, only volunteers –you always have a choice..  Terhadap suatu kejadian yang membuat sedih, kalo respon kita ikhlas tentunya berbeda dengan respon yang penuh kebencian. Jadi ingat Asiyah istri Fir’aun.. meskipun punya suami durjana yang mengaku sebagai Tuhan, prioritas utama Asiyah adalah surganya Allah. Dengan segala masalah seperti itu, Asiyah justru bahagia karena ia jadi dekat dengan Allah. Baginya, kebahagiaan adalah ketika ia dekat dengan Allah, Rabbnya..”

 

Nah, waktunya ngasi award dan PR buat 11 blogger lainnya. Dear blogger fellow Mbak Meut, Mughniyah Ludiansari, Shinta Rini, Nia Kurniasari, Novi Ahimsa Rosikha, Afra Afifah, Laksmi Puspitowardhani, Juanita Vyatri, Mbak @cizkah, Kak @keylazzz, @dhearsaras, jika ada waktu luang sila kerjakan tantangan Liebster Award ini ya. Tapi jangan merasa terbebani seolah ngejawab pertanyaan sepele-ku ini kewajiban, jangan. Santai aja, ak yakin kerjaan kalian banyak jadi just take it easy ^^

  1. Apa alasanmu membuat blog?
  2. Pernahkah menyesali sebuah keputusan yang telah kamu buat? Kenapa?
  3. Apa makna sahabat untuk kamu?
  4. Kalo lagi suntuk biasanya cara menghilangkannya dengan ngapain?
  5. Hal ‘tergila’ apakah yang pernah kamu lakukan?
  6. Pernahkan jatuh cinta dengan orang yang salah? Gimana cara self healing-nya?
  7. Jika pekerjaan yang kamu lakukan sekarang bukanlah pekerjaan yang kamu impikan, apa pekerjaan yang sesungguhnya ingin kamu lakukan? And how to deal with it (melakukan hal yang tidak diimpikan)?
  8. Kemana biasanya kamu pergi untuk mencari inspirasi atau mengatasi kejenuhan?
  9. Bagaimana kamu membayangkan diri kalian 5 tahun mendatang?
  10. Jika bisa mengulang waktu, apa hal yang ingin kamu perbaiki?
  11. Selain Ayah atau Ibu, siapa sosok yang kamu jadikan sumber inspirasi?

 

Bener kata Mba Meut, nulis gini ini jadi bikin kita dig more about myself. Dan qaddarallah tulisan ini jadi hanya dalam beberapa jam saja, mengalahkan beberapa draft yang udah pengen nongol hehehe. d^.^v


2 responses to “Serba 11: About @theonlynelly (Yay for Having 2 Liebster Award)

  1. Saraswati says:

    Wuah.. seru kyknya mbak.. semoga sempet deh ntar kerjain “PR”nya. Heueheuheu.. makasiih..

  2. semacam nerusin kaya bulletin board-nya frenster ya? hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: